KALBARAYA, BOGOR – Manajemen PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor memberikan pernyataan resmi terkait insiden munculnya asap mengandung gas beracun di area tambang emas Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Perusahaan menegaskan bahwa seluruh karyawan dalam kondisi aman dan tidak ada satu pun pegawai perusahaan yang terpapar gas berbahaya tersebut.
Manajer terkait di Antam, Nilus, mengonfirmasi bahwa lima orang yang sempat mendapatkan perawatan di Klinik Pratama Dirja Medica bukanlah karyawan PT Antam.
“Kami pastikan tidak ada karyawan Antam yang menjadi korban. Seluruh personel telah dievakuasi sesuai prosedur keselamatan kerja sesaat setelah kepulan asap terdeteksi,” ujar Nilus dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Kronologi Kejadian di Level 600 Ciurug Insiden bermula dari munculnya asap tebal yang diduga berasal dari titik api di area tambang bawah tanah, tepatnya pada Level 600 Ciurug. Pada saat kejadian, sensor mendeteksi konsentrasi gas Karbon Monoksida (CO) mencapai 1.200 ppm, angka yang sangat jauh di atas ambang batas aman sebesar 25 ppm.
Nilus menambahkan, saat ini situasi sudah mulai terkendali dengan kadar gas yang telah meluruh di bawah ambang batas. “Kondisi gas sudah turun di bawah 25 ppm. Tim teknis sedang berupaya masuk kembali untuk mengidentifikasi sumber pasti titik api atau asap tersebut,” jelasnya.
Bupati Bogor Luruskan Isu 700 Orang Terjebak
Senada dengan pihak perusahaan, Bupati Bogor Rudy Susmanto turut turun tangan meredam kepanikan publik akibat simpang siur informasi di media sosial. Ia membantah keras kabar yang menyebutkan adanya ratusan korban jiwa atau warga yang terjebak.
“Informasi mengenai ratusan korban itu tidak benar. Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan Antam, Kapolres, dan Dandim untuk memastikan validitas data di lapangan,” tegas Rudy setelah meninjau lokasi, Rabu (14/1/2026).
Rudy menjelaskan bahwa angka “700” yang memicu kegaduhan sebenarnya merujuk pada istilah teknis operasional tambang, yakni Level 700 atau portal kerja, bukan jumlah orang.
“Masyarakat jangan panik. Yang dimaksud adalah lokasi di Level 700, bukan ada 700 orang yang terjebak. Kami meminta semua pihak bersabar sementara tim gabungan melakukan investigasi menyeluruh berdasarkan fakta lapangan,” tambahnya.
Langkah Investigasi Lanjutan
Pemerintah Kabupaten Bogor bersama PT Antam berkomitmen untuk terus memantau dampak lingkungan dan kesehatan di sekitar wilayah Nanggung. Terkait lima orang non-karyawan yang sempat dirawat, pihak otoritas masih mendalami identitas serta aktivitas mereka di area tersebut saat insiden terjadi.
