Dok. Ist

KALBARAYA – Raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, bersiap memperkuat dominasinya di industri kendaraan listrik (EV) global. Sukses dengan peluncuran sedan SU7 dan SUV YU7, perusahaan yang dipimpin Lei Jun ini dikabarkan bakal merilis empat model kendaraan baru sepanjang tahun 2026, termasuk debut mereka di segmen Extended Range Electric Vehicle (EREV).

Langkah ini dipandang sebagai strategi cerdas Xiaomi untuk menjawab keraguan konsumen terhadap daya jelajah mobil listrik murni (range anxiety).

Mengenal Teknologi EREV Garapan Xiaomi Berbeda dengan mobil listrik murni, sistem EREV pada model terbaru Xiaomi akan mengintegrasikan mesin bensin kecil yang berfungsi sebagai generator listrik. Mesin ini tidak memiliki koneksi mekanis ke roda, melainkan hanya bertugas mengisi daya baterai saat level energi mulai menipis. Dengan mekanisme ini, pengguna tetap merasakan performa berkendara ala mobil listrik namun dengan jangkauan yang jauh lebih luas.

“Kunlun”: SUV Bongsor Penantang Li Auto L9 Melansir laporan ArenaEV, salah satu model yang paling dinanti adalah SUV berkapasitas tujuh penumpang dengan kode nama “Kunlun”. Kendaraan ini diposisikan sebagai penantang serius bagi Li Auto L9 di segmen keluarga besar.

Berikut adalah beberapa detail teknis SUV Kunlun:

  • Target Peluncuran: Semester pertama tahun 2026.
  • Kapasitas Baterai: Di atas 70 kWh.
  • Daya Jelajah: Mampu menempuh jarak 400 hingga 500 kilometer hanya dengan tenaga baterai sebelum generator bensin aktif.

Selain Kunlun, Xiaomi juga menyiapkan varian SUV EREV lima penumpang yang dijadwalkan meluncur pada paruh kedua tahun 2026, menyasar segmen keluarga muda dan pengguna urban.

Penyegaran Lini Sedan dan Tantangan Profitabilitas Tak hanya fokus pada model baru, Xiaomi juga berencana melakukan penyegaran pada seri sedan andalannya:

  1. SU7 Facelift: Dijadwalkan rilis pada awal 2026 untuk memperbarui tampilan dan fitur.
  2. SU7 Executive: Varian mewah dengan ruang kabin belakang lebih luas yang akan hadir pada penghujung 2026.

Meski agresivitas produk ini memberikan sinyal positif bagi konsumen, para analis menyoroti tantangan besar bagi manajemen Xiaomi. Penambahan varian produk di tengah ketatnya persaingan harga di Tiongkok diyakini akan memberikan tekanan tambahan pada margin keuntungan perusahaan yang saat ini masih dalam tahap stabilisasi.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *