KALBARAYA – PT PLN (Persero) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung program pemerintah untuk menyediakan infrastruktur kelistrikan bagi 15.000 unit hunian sementara (huntara). Fasilitas ini diperuntukkan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah di Pulau Sumatra.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pemulihan akses listrik merupakan pilar krusial dalam mempercepat rehabilitasi pascabencana. Menurutnya, ketersediaan energi bukan sekadar fasilitas, melainkan langkah vital untuk mengembalikan martabat dan kenyamanan para penyintas.
Prioritas Layanan pada Fase Rehabilitasi Fokus utama PLN dalam proyek ini adalah memastikan setiap unit hunian yang terbangun langsung terhubung dengan jaringan listrik yang stabil dan aman. Keberadaan listrik diharapkan dapat mendukung aktivitas dasar masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga sarana belajar dan komunikasi.
BACA JUGA : Pimpin Rapat di Aceh Tamiang, Presiden Prabowo: Pejabat Turun ke Lokasi Bencana Bukan untuk Pencitraan
“Kami berkomitmen menjamin setiap unit huntara yang selesai dibangun akan langsung dilengkapi akses listrik. Ini adalah upaya kami untuk mengembalikan rasa aman dan kenyamanan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya.
Progres Nyata di Aceh Tamiang Salah satu titik fokus pembangunan saat ini berada di Kabupaten Aceh Tamiang. PLN telah merampungkan sejumlah infrastruktur pendukung di lokasi tersebut, antara lain:
- Pemasangan trafo distribusi baru.
- Perluasan jaringan transmisi di area pemukiman darurat.
- Instalasi kWh meter mandiri untuk setiap unit huntara.
Keandalan jaringan di Aceh Tamiang telah melewati tahap uji coba dan dipastikan mampu menopang kebutuhan domestik warga serta fasilitas komunal, seperti area dapur umum dan penerangan jalan. Sebanyak 600 unit huntara di wilayah ini dijadwalkan akan diserahterimakan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026 mendatang.
Visi Pemulihan Sosial dan Ekonomi Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama manajemen PLN telah meninjau langsung progres di lapangan. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan layanan esensial seperti listrik, air bersih, dan sanitasi berjalan beriringan.
Dengan hadirnya listrik yang andal, pemerintah berharap fungsi sosial dan ekonomi di wilayah terdampak dapat pulih lebih cepat. PLN memandang langkah ini sebagai bagian integral dari tanggung jawab perusahaan dalam merespons darurat bencana serta membantu warga membangun kembali kehidupan mereka pascatragedi.
