KALBARAYA, KUBU RAYA – Ambisi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk menjadikan kawasan Sungai Raya Dalam (Serdam) sebagai ikon baru ekonomi kreatif Kalimantan Barat menemui ganjalan. Bupati Sujiwo mendapati fakta pahit bahwa sinergi antara pengusaha besar dan pelaku UMKM belum berjalan mulus seperti yang diharapkan.
Insiden pengusiran sejumlah pedagang UMKM oleh pengelola gerai GT Radial Serdam menjadi pemicu kemarahan orang nomor satu di Kubu Raya tersebut. Menurut Sujiwo, tindakan pihak perusahaan melalui penanggung jawabnya merupakan bentuk pengabaian terhadap instruksi pemerintah daerah yang ingin memberdayakan ekonomi masyarakat bawah di luar jam operasional usaha formal.
“Kita sudah lakukan semua tahapan prosedur. Alangkah mulianya jika mereka diberi kesempatan. Saya ingin masyarakat melihat pengusaha mana yang peduli dan mana yang hanya mementingkan diri sendiri,” tutur Sujiwo dengan nada bicara yang dalam.
Sujiwo menegaskan bahwa regulasi dan izin usaha di wilayahnya harus sejalan dengan semangat kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi. Ia tidak main-main dengan ancaman sanksi administratif hingga tindakan fisik berupa pembongkaran bangunan jika pihak perusahaan tetap menutup pintu bagi kolaborasi dengan UMKM.
Di sisi lain, saat tim media mencoba meminta klarifikasi, pihak manajemen GT Radial Serdam memilih bungkam. Perwakilan perusahaan menyatakan tidak berwenang memberikan pernyataan resmi karena otoritas tertinggi sedang tidak berada di tempat. Bungkamnya pihak perusahaan semakin memperkeruh situasi di tengah ancaman sanksi berat dari Pemkab Kubu Raya.
