ILustrasi

KALBARAYA, PONTIANAK – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat diproyeksikan tidak hanya menjadi solusi kesehatan bagi generasi muda, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan. Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalbar, Agus Kurniawi, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan lapangan kerja baru dan memastikan perputaran modal tetap berada di daerah.

Menurut Agus, kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas menginstruksikan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai pilar utama penyediaan asupan gizi.

“MBG memiliki dimensi ekonomi yang luas. Selain menjamin nutrisi anak, kehadiran SPPG membuka peluang kerja serta mengaktifkan ekosistem ekonomi lokal. Kami ingin dana dari pemerintah pusat benar-benar terserap dan berputar di Kalimantan Barat melalui konsep gizi lokal,” ungkap Agus, Senin (19/1/2026).

Permintaan Bahan Baku Lokal Terus Melonjak

Seiring dengan ekspansi jumlah titik SPPG di berbagai wilayah Kalimantan Barat, kebutuhan akan pasokan bahan pangan pun mengalami peningkatan signifikan. Agus menegaskan, pihaknya terus berupaya agar rantai pasok bahan baku tetap mengandalkan hasil bumi dari petani dan produsen lokal setempat.

“Ekspansi SPPG secara otomatis mendongkrak permintaan pasar terhadap bahan pangan. Fokus kami tetap konsisten, yakni memprioritaskan ketersediaan komoditas dari dalam daerah sendiri untuk memenuhi kebutuhan harian,” tambahnya.

Kualitas Beras Masih Bergantung pada Pasokan Luar

Meski sebagian besar kebutuhan pangan dapat dipenuhi secara mandiri, Agus mengungkapkan adanya tantangan pada komoditas beras. Saat ini, Kalimantan Barat dinilai memiliki ketersediaan bahan pangan yang sangat lengkap, namun khusus untuk beras masih memerlukan pasokan dari luar provinsi.

“Untuk jenis sayuran, protein, dan bahan lainnya, Kalimantan Barat sudah sangat mandiri dan komplit. Hanya saja untuk beras, kami masih mendatangkan dari luar daerah demi memenuhi standar kualitas premium yang ditetapkan dalam program ini,” jelas Agus.

Dengan adanya program MBG, pemerintah daerah berharap para produsen pangan lokal dapat termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas hasil panen mereka agar dapat memenuhi seluruh kriteria kebutuhan gizi nasional secara mandiri di masa depan.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *