Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez, Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez, Wakil Ketua Pertama Majelis Nasional Pedro Infante dan Wakil Ketua Kedua Grecia Colmenares menghadiri sidang Majelis Nasional di Caracas, Senin (5/1/2026). Foto: Federico Parra/AFP

KALBARAYA – Majelis Nasional Venezuela secara resmi menetapkan kembali Jorge Rodriguez sebagai Ketua Parlemen dalam sidang khusus yang digelar pada Senin (5/1/2026). Penunjukan ini mengukuhkan dominasi keluarga Rodriguez di puncak kepemimpinan Venezuela, menyusul pelantikan adiknya, Delcy Rodriguez, sebagai Presiden sementara beberapa hari sebelumnya.

Langkah politik ini terjadi hanya dalam hitungan hari setelah operasi militer Amerika Serikat menangkap Nicolas Maduro dan membawanya ke New York untuk menghadapi pengadilan federal.

Dualisme Kekuasaan di Tangan Rodriguez Dengan terpilihnya kembali Jorge Rodriguez di kursi legislatif, keluarga ini kini memegang kendali penuh atas dua cabang kekuasaan tertinggi di Venezuela, yakni eksekutif dan legislatif. Melansir laporan Barrons, posisi Delcy Rodriguez di tampuk kepemimpinan juga diperkuat oleh dukungan solid dari institusi militer serta restu dari putra Maduro, Nicolas Maduro Guerra, yang juga merupakan anggota parlemen.

Saat membacakan sumpah jabatannya, Jorge Rodriguez menegaskan bahwa kepemimpinannya merupakan mandat langsung dari konstituen. “Atas nama seluruh rakyat Venezuela, kami mengemban amanah ini,” tegasnya dalam pidato yang dikutip oleh AFP.

Parlemen Kecam Intervensi Amerika Serikat Sidang paripurna tersebut juga diwarnai dengan kecaman keras dari para legislator terhadap tindakan Washington. Anggota parlemen secara kolektif menyatakan tetap loyal kepada garis kepemimpinan kiri dan menganggap Delcy Rodriguez sebagai suksesor sah pasca-penahanan Maduro.

Legislator senior, Fernando Soto Rojos, melontarkan kritik pedas terhadap Presiden AS Donald Trump dalam forum tersebut. Ia menilai Gedung Putih telah melampaui batas kedaulatan hukum internasional.

“Presiden Trump bertindak seolah-olah dia adalah jaksa, hakim, sekaligus polisi dunia. Namun, kami tegaskan bahwa upaya tersebut tidak akan berhasil. Kami akan terus memobilisasi solidaritas agar Presiden sah kami, Nicolas Maduro, bisa kembali menduduki Istana Miraflores,” ujar Soto Rojos di hadapan anggota Majelis Nasional.

Konsolidasi kekuasaan di Caracas ini menandakan bahwa meskipun Maduro secara fisik telah berada di tahanan AS, struktur pemerintahan pro-Maduro di Venezuela masih berdiri kokoh dan siap melakukan perlawanan diplomatik maupun politik.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *