KALBARAYA – Timnas Futsal U-16 Indonesia berhasil mengukir sejarah baru setelah menumbangkan tuan rumah Thailand di babak final Piala AFF U-16 2025. Dalam laga yang berlangsung sengit di Nonthaburi Gymnasium, Senin (29/12/2025), skuad Garuda Muda sukses mengunci kemenangan dengan skor tipis 4-3.
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Meski sempat tertinggal, mentalitas pantang menyerah menjadi kunci keberhasilan Indonesia merajai kancah futsal usia muda di Asia Tenggara.
Jalannya Pertandingan: Kejar-kejaran Skor Laga baru berjalan satu menit, Thailand langsung memberikan tekanan lewat gol cepat Boonrit Phetthiam yang merubah skor menjadi 1-0. Tertinggal lebih dulu tidak membuat nyali Indonesia ciut. Hasilnya, saat waktu menyisakan 16 menit 54 detik, Hetson Sirait menyamakan kedudukan melalui sepakan keras setelah memaksimalkan umpan terobosan ciamik.
Menjelang akhir babak pertama, Thailand kembali memimpin melalui gol kedua Phetthiam yang memanfaatkan celah sempit di pertahanan Indonesia. Namun, hanya 15 detik sebelum turun minum, Faisal Gumilang mencetak gol spektakuler lewat tendangan datar jarak jauh yang bersarang di pojok gawang lawan. Skor imbang 2-2 menutup babak pertama.
Babak Kedua: Momentum Kebangkitan Garuda Memasuki paruh kedua, intensitas serangan Indonesia semakin meningkat. Pada sisa waktu 14 menit 20 detik, Dafa Ramadan membawa Indonesia berbalik unggul 3-2. Memanfaatkan kesalahan posisi kiper Thailand, Dafa dengan tenang melesakkan bola menggunakan kaki kirinya.
Keunggulan Indonesia bertambah dua menit kemudian. Kembali melalui skema serangan balik cepat, Faisal Gumilang mencetak brace lewat tendangan jarak jauh yang gagal diantisipasi pertahanan Thailand, skor berubah menjadi 4-2.
Ketegangan di Menit Akhir Thailand yang tak ingin dipermalukan di depan pendukung sendiri mencoba bangkit dengan menerapkan strategi power play. Strategi ini membuahkan hasil saat Phetthiam mencetak hattrick tiga menit sebelum laga usai, memperkecil kedudukan menjadi 4-3.
Di sisa waktu yang kritis, pertahanan solid Indonesia terus digempur habis-habisan. Hingga bunyi sirine panjang tanda berakhirnya laga, skor 4-3 tetap bertahan untuk kemenangan merah putih. Gelar juara ini sekaligus mematahkan dominasi Thailand di level regional.
