KALBARAYA, LONDON – Gebrakan besar terjadi di kancah Premier League tepat pada pembukaan tahun 2026. Raksasa London Barat, Chelsea, secara resmi mengumumkan pemutusan kerja sama dengan manajer asal Italia, Enzo Maresca, pada Kamis (1/1/2026). Keputusan ini diambil manajemen The Blues menyusul tren negatif yang membayangi klub dalam satu bulan terakhir.
Meskipun Maresca berhasil mempersembahkan trofi Liga Konferensi Eropa dan Piala Dunia Antarklub FIFA ke Stamford Bridge pada tahun 2025, hal tersebut rupanya tidak cukup kuat untuk membentenginya dari pemecatan.
Rapor Merah di Bulan Desember Ambisi manajemen untuk bersaing di papan atas Liga Inggris 2025/26 menjadi alasan utama di balik keputusan drastis ini. Hingga pekan ke-19, Chelsea tertahan di posisi ke-5 klasemen sementara dengan koleksi 30 poin.
Performa tim merosot tajam sepanjang Desember 2025, di mana dari enam laga domestik, Reece James dkk hanya mampu memetik satu kemenangan, sementara lima laga sisanya berakhir dengan tiga hasil imbang dan dua kekalahan.
Demi Ambisi Liga Champions Dalam pernyataan resminya, pihak klub menekankan perlunya penyegaran di kursi pelatih demi menjaga peluang lolos ke Liga Champions musim depan.
“Dengan target besar yang masih terbuka di empat kompetisi, klub dan Enzo sepakat bahwa perubahan manajerial adalah langkah terbaik untuk memulihkan performa tim di sisa musim ini,” bunyi pernyataan resmi Chelsea.
Rekor Pertama di Hari Tahun Baru Pemecatan ini menorehkan catatan unik sekaligus pahit bagi sejarah sepak bola Inggris. Berdasarkan data statistik dari Opta, Enzo Maresca tercatat sebagai manajer pertama dalam sejarah Premier League yang dilepas oleh klubnya tepat pada Hari Tahun Baru.
Maresca sendiri pertama kali mendarat di Stamford Bridge pada Juni 2024 setelah sukses membawa Leicester City menjuarai EFL Championship. Namun, petualangannya bersama tim asal London ini harus berakhir lebih cepat akibat ketatnya persaingan dan standar tinggi yang dipatok oleh pemilik klub.
Hingga saat ini, manajemen Chelsea belum mengumumkan sosok pengganti atau caretaker yang akan memimpin tim di laga selanjutnya.
