Tren mi instan ala K-Pop Demon Hunters viral, rumah sakit AS ingatkan bahaya .

KALBARAYA – Kesuksesan film animasi Netflix, KPop Demon Hunter, yang menembus lebih dari 300 juta penayangan dalam waktu singkat, kini membawa dampak tak terduga. Fenomena ini memicu tren viral di media sosial berupa #KPopNoodleChallenge dan #DemonHuntersRamen, yang sayangnya berujung pada eskalasi kasus luka bakar serius pada anak-anak.

Tren ini bermula dari adegan grup fiksi “Huntrix” dalam film tersebut yang kerap menyantap mi instan cup. Ribuan penonton muda pun berlomba-lomba meniru aksi tersebut, namun banyak yang berakhir di ruang gawat darurat.

Laporan Medis: 2-3 Kasus Setiap Minggu Lembaga medis ternama, Shriners Children’s Hospital Boston, melaporkan adanya lonjakan pasien anak dengan luka bakar akibat cairan panas mi instan. Dr. Colleen Ryan, salah satu pakar di rumah sakit tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya kini menangani dua hingga tiga kasus serupa setiap minggunya.

“Anak-anak memiliki ambang batas suhu yang lebih rendah karena kulit mereka jauh lebih tipis dibandingkan orang dewasa. Tumpahan air mendidih bisa memberikan dampak permanen bagi mereka,” ujar Ryan sebagaimana dikutip dari The New York Times, Minggu (20/12).

Risiko Desain Wadah dan Suhu Ekstrem Pakar bedah plastik dari Vancouver, Dr. Zach Zhang, menyoroti bahwa desain wadah mi instan cup menjadi salah satu faktor risiko utama. Material stirofoam atau karton tipis sering kali tidak mampu meredam panas dengan baik, ditambah dengan bentuk alas wadah yang sempit sehingga mudah goyah dan tumpah.

“Air yang digunakan biasanya mencapai titik didih 100 derajat Celsius. Jika tumpah mengenai wajah atau tubuh anak, risikonya mulai dari luka bakar dalam hingga kerusakan saraf permanen,” jelas Zhang.

Fakta Mengejutkan: Mi Instan Penyumbang Terbesar Luka Bakar Bahaya mi instan cup bagi anak-anak sebenarnya bukan isu baru. Sebuah riset dari University of Chicago pada tahun 2023 menemukan fakta bahwa 31 persen dari total kasus rawat inap anak akibat luka bakar cairan panas disebabkan oleh mi instan.

Banyak insiden terjadi saat anak-anak mengeluarkan cup mi dari microwave atau saat mencoba membawa wadah yang terlalu panas tanpa bantuan orang dewasa.

Imbauan bagi Orang Tua Pihak medis tidak melarang anak-anak menikmati tren populer tersebut, namun menekankan pentingnya pendampingan penuh dari orang tua. Berikut adalah langkah darurat jika terjadi kecelakaan:

  1. Segera alirkan air dingin (bukan air es) pada area yang terkena tumpahan selama minimal 20 menit.
  2. Jangan mengoleskan bahan dapur seperti pasta gigi atau mentega karena dapat memperparah infeksi.
  3. Segera bawa ke unit gawat darurat jika luka tampak melepuh atau sangat luas.

“Satu kali kelalaian bisa meninggalkan bekas luka seumur hidup. Pengawasan orang dewasa saat menangani air panas adalah hal yang wajib,” tutup Ryan.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *