KALBARAYA, BANDUNG BARAT – Sebuah pemandangan unik menghiasi sudut-sudut jalan di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Deden Mahfud Aliyudin (43), atau yang akrab disapa Mang Den, mendadak menjadi pusat perhatian publik berkat inovasi dagangnya yang tak lazim: sebuah gerobak cuanki berukuran miniatur yang fungsional.
Apa yang bermula dari hobi membuat konten kreatif dan kecintaan pada dunia miniatur, kini bertransformasi menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi pria asal Bojong Koneng tersebut.
“Awalnya memang hanya hobi membuat miniatur untuk kebutuhan konten. Sama sekali tidak menyangka kalau keisengan membuat gerobak kecil ini justru mendatangkan rezeki,” ungkap Mang Den saat ditemui di kediamannya, Rabu (14/1/2026).
Dari Hiburan Anak Menjadi Antrean Pelanggan Transformasi hobi menjadi bisnis ini terjadi sekitar tiga minggu lalu. Awalnya, Mang Den hanya membawa gerobak mini buatannya ke luar rumah untuk menghibur anak-anak yang sedang bermain. Namun, respon masyarakat di luar dugaan. Warga yang melihat bukan hanya sekadar menonton, melainkan justru ingin mencicipi cuanki mini tersebut.
Meski skalanya kecil, cuanki racikan Mang Den adalah makanan sungguhan yang layak konsumsi. Ia merakit sendiri gerobak dan kursi-kursi mungilnya, sementara bahan baku cuanki dipotong sedemikian rupa agar selaras dengan konsep miniatur yang diusungnya.
Potensi Ekonomi di Balik Konsep Miniatur
Kini, Mang Den rutin menjajakan dagangannya di sekitar Padalarang hingga area Stasiun KCIC Padalarang. Uniknya, konsep ini menciptakan antusiasme tinggi hingga memicu antrean pelanggan.
- Omzet Harian: Mang Den mengaku bisa mengantongi pendapatan bersih sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari.
- Respon Pasar: Banyak warga yang awalnya mengira ini hanya konten media sosial, namun kemudian rela mengantre karena keunikan cara penyajiannya.
- Fenomena Unik: Mang Den bercerita dengan tawa bahwa ada pembeli yang rela membayar lebih, antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, demi bisa dilayani lebih awal karena saking ramainya peminat.
Tantangan Operasional: Cuaca dan Bahan Baku
Layaknya usaha kuliner jalanan lainnya, faktor cuaca tetap menjadi tantangan utama. Saat hujan melanda, intensitas pembeli menurun. Sebaliknya, di kala cuaca cerah, Mang Den seringkali kewalahan memenuhi permintaan hingga kehabisan stok bahan baku lebih cepat dari biasanya.
Kisah Mang Den menjadi bukti nyata bahwa di era digital saat ini, kreativitas yang dipadukan dengan konsistensi mampu menciptakan ceruk pasar baru. Dari sebuah gerobak yang “iseng” dibuat, kini lahir mata pencaharian yang tidak hanya mengenyangkan perut, tapi juga menghibur mata para pelanggannya.
