KALBARAYA, JAKARTA — Grup musik Juicy Luicy akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai pembatalan aksi panggung mereka di Batam. Langkah ini diambil setelah bermunculan berbagai spekulasi dan simpang siur informasi di masyarakat terkait keputusan tersebut.
Melalui keterangan bertajuk ‘Yang Mungkin Perlu Orang Tahu’, manajemen menegaskan bahwa batalnya penampilan mereka bukan merupakan tindakan mendadak tanpa pertimbangan matang. Seluruh langkah yang diambil pihak band telah mengacu pada regulasi dan prosedur kerja sama yang disepakati bersama event organizer (EO).
Persoalan Hak dan Komitmen yang Terulur
Manajemen mengungkapkan bahwa upaya penagihan komitmen terkait honorarium, akomodasi, hingga tiket perjalanan telah dilakukan sejak sepekan sebelum jadwal acara (H-7). Kendati demikian, kejelasan baru didapat sangat mendepeti waktu keberangkatan. Pelunasan biaya tampil baru ditransfer sekitar 18 jam sebelum jadwal jalan, sementara berkas kelengkapan perjalanan lain belum terpenuhi.
Situasi makin krusial lantaran posisi tim berada di Bandung dan harus bertolak menuju Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang). Pihak EO baru mengirimkan tiket pesawat pada pukul 22.26 WIB untuk penerbangan pukul 05.00 WIB, tanpa menyertakan bukti pemesanan hotel untuk dua malam, tiket pulang, serta ketersediaan bagasi tambahan (prepaid extra baggage) yang tercantum dalam riders.
Kendala Bagasi di Bandara dan Keputusan Akhir
Perubahan jenis maskapai secara mendadak membuat jatah bagasi terpotong menjadi 15 kilogram per personel, sehingga tim membutuhkan tambahan biaya bagasi peralatan yang membengkak. Estimasi awal prepaid bagasi sebesar Rp44 juta melonjak hingga Rp64 juta karena pembelian terpaksa dilakukan secara langsung di counter bandara.
Pihak panitia sempat berjanji mentransfer Rp26 juta sebagai pembayaran awal bagasi saat tim tiba di bandara. Namun, hingga tenggat waktu check-in habis pada pukul 04.00 WIB, dana janji tersebut tak kunjung masuk. Atas dasar akumulasi ketidakpastian kewajiban operasional dari penyelenggara, Juicy Luicy memutuskan untuk batal terbang ke Batam.
Manajemen menekankan bahwa klarifikasi ini dirilis bukan untuk memperkeruh situasi, melainkan demi memberikan sudut pandang objektif kepada para penggemar dan penikmat musik atas dinamika profesional yang terjadi.