KALBARAYA, PONTIANAK – Jumlah titik panas (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kembali melonjak tajam menjadi 1.542 titik pada 9 September 2026. Lonjakan ini terjadi hanya sehari setelah jumlah hotspot sempat merosot ke angka 435, menyebabkan kabut asap pekat kembali menyelimuti sejumlah kawasan, termasuk Kabupaten Kubu Raya.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalimantan Barat, Sutikno, menjelaskan bahwa hembusan angin dari arah tenggara dan selatan membawa material asap dari lokasi kebakaran menuju area permukiman. Selain dipicu titik api baru, asap pekat tersebut juga berasal dari sisa-sisa bara lahan yang belum sepenuhnya padam. BMKG mengingatkan warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca kering masih mendominasi wilayah Kalbar sepanjang September.
Meskipun Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan guyuran hujan sempat menekan hotspot bertingkat kepercayaan tinggi dari 31 menjadi 12 titik pada 8 September, Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa penanganan karhutla masih sangat dinamis. Karakteristik lahan gambut yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan tanah dinilai sangat rentan menyala kembali jika diterpa angin dan kondisi kering.
