KALBARAYA, PONTIANAK — Kualitas udara di Kota Pontianak dan sekitarnya mengalami penurunan signifikan akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data pantauan BMKG serta indeks kualitas udara (AQI), kondisi udara di Kota Khatulistiwa tergolong Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya. Fenomena udara kabur dan selimut asap tebal terpantau menyelimuti hampir seluruh sudut kota sejak pagi hingga malam hari. Konsentrasi partikulat (PM2.5) meningkat drastis akibat paparan asap karhutla dari sejumlah daerah penyangga sekitar.
Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan evaluasi harian terkait opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ/daring) bagi para siswa guna melindungi kesehatan anak-anak dari paparan polusi ekstrem. Dinas Kesehatan mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa beraktivitas di luar, masyarakat diwajibkan menggunakan masker standar (seperti N95 atau masker medis) serta memperbanyak konsumsi air putih.
Kondisi jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap turut mempengaruhi arus lalu lintas darat maupun operasional penerbangan di Bandara Supadio. Pemerintah daerah bersama Satgas Karhutla terus berupaya melakukan pemadaman di titik-titik api serta memaksimalkan upaya rekayasa cuaca guna meredakan kepungan asap di wilayah Kalimantan Barat.
