KALBARAYA, SINGKAWANG – Insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Jalan Arteri Bandara, Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat, pada Jumat (28/8/2026). Peristiwa ini memicu kemunculan gumpalan asap tebal yang mengganggu jarak pandang pengendara serta warga di sekitar lokasi.
Kobaran api merambat cepat hingga menghanguskan sekitar 2,5 hektare area gambut yang diduga milik warga setempat. Kebakaran di titik ini sejatinya mulai terdeteksi sejak Kamis (27/8/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB dan sempat dijinakkan petugas. Namun, embusan angin kencang beserta material bawah tanah gambut yang mengering di musim kemarau membuat titik api kembali membara dan meluas pada Jumat pagi.
Guna menanggulangi perambatan api, tim gabungan yang terdiri dari TNI Kodim 1202/Singkawang, BPBD Kota Singkawang, pemadam swasta, dan para relawan bergerak ke lokasi sejak pukul 10.00 WIB. Dilengkapi alat pelindung diri serta mesin pompa air bertekanan tinggi, para petugas fokus melakukan teknik pembasahan (cooling) secara intensif untuk memadamkan bara api di dalam lapisan tanah gambut agar tidak memicu titik api baru.
Kawasan Jalan Arteri Bandara sendiri merupakan jalur vital pintu masuk Kota Singkawang dari rute nasional Pontianak–Mempawah dengan jarak tempuh sekitar 145–155 kilometer. Selain mengganggu akses lalu lintas kendaraan menuju area bandara, paparan asap dari musibah karhutla ini juga dilaporkan mulai berembus hingga menyelimuti pemukiman warga di kawasan Kelurahan Sedau.