KALBARAYA, SUMENEP – Tim Search and Rescue (SAR) terus menggencarkan upaya pemantauan di kawasan perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, pada Kamis (6/8/2026). Pencarian kali ini dikerahkan melalui jalur udara menggunakan helikopter Basarnas jenis HR-1301 di area titik koordinat terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa penyisiran udara ini difokuskan untuk memantau keberadaan bangkai kapal serta mengantisipasi adanya korban yang belum terdata.
“Sembari menantikan verifikasi data pengaduan penumpang yang belum ditemukan dari pihak KSOP dan operator kapal, kami memastikan operasi pemantauan tetap berjalan tanpa jeda,” terang Nanang kepada awak media, Kamis (6/8/2026).
Perubahan Status Operasi dan Manajemen Posko
Nanang mengungkapkan bahwa sejak Rabu (5/8/2026), status pencarian resmi dialihkan dari operasi pencarian utama menjadi operasi kesiapsiagaan di bawah kendali Kantor SAR Surabaya.
Peralihan status ini membawa penyesuaian pada tata kelola posko:
- Manajemen Posko: Posko terpadu yang sebelumnya terpusat di Pelabuhan Tanjung Perak kini dikembalikan ke markas kesatuan masing-masing instansi.
- Sistem Koordinasi: Jika sewaktu-waktu ditemukan laporan korban baru, seluruh unsur posko akan langsung berkoordinasi sesuai dengan kewenangannya.
Sebelum penyisiran udara dikerahkan, armada laut KN SAR 249 Permadi juga telah menyisir perairan utara Sumenep pada Rabu (5/8/2026) sebelum akhirnya berlabuh kembali di Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Rincian Tragedi KM Mutiara Sentosa 2
Kapal motor yang melayani rute pelayaran Surabaya menuju Makassar tersebut mengalami musibah kebakaran hebat di perairan utara Sumenep pada Minggu (2/8/2026).
Berdasarkan data manifest, kapal tersebut mengangkut total 238 orang. Dari keseluruhan penumpang dan awak kapal:
- Selamat: 233 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
- Meninggal Dunia: 5 orang ditemukan dalam keadaan tewas.