KALBARAYA, PURWAKARTA – Kabar duka menyelimuti sebuah acara pernikahan di Kampung Cikadu, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Acara yang seharusnya penuh kebahagiaan pada Sabtu (4/4/2026) sore berubah menjadi tragedi setelah sang pemilik hajat, Dadang (57), tewas akibat dikeroyok sekelompok orang.
Peristiwa memilukan ini terjadi di sela-sela hiburan organ tunggal yang digelar untuk merayakan pernikahan anak korban.
Kronologi: Dipicu Penolakan Uang Miras
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika sekelompok pria yang berjumlah sekitar 10 orang mendatangi lokasi acara dalam kondisi mabuk. Kelompok tersebut mendesak korban untuk memberikan uang sebesar Rp500 ribu dengan alasan untuk membeli minuman keras (miras).
Korban sebenarnya telah memberikan uang sebesar Rp100 ribu sebagai bentuk partisipasi, namun menolak ketika diminta tambahan. Penolakan tersebut memicu amarah para pelaku hingga terjadi perselisihan fisik. Dadang dilaporkan sempat dikejar hingga ke luar area tenda pesta sebelum akhirnya dikeroyok hingga jatuh pingsan.
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Satu Pelaku Menyerahkan Diri, Polisi Buru Rekannya
Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya insiden maut di tengah hajatan warga tersebut. Ia mengungkapkan bahwa salah satu terduga pelaku berinisial KR (34) telah menyerahkan diri ke pihak berwajib.
“Benar, diduga terjadi keributan oleh sekelompok orang di sebuah acara hajatan yang berujung pada aksi penganiayaan hingga korban tak sadarkan diri dan meninggal dunia. Saat ini, satu orang terduga pelaku sudah kami amankan,” kata AKP Enjang dalam keterangan resminya, Minggu (5/4/2026).
Pendalaman Kasus dan Pengejaran Pelaku Lain
Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan terus berjalan dan saat ini tim penyidik tengah melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok lainnya yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman intensif serta memburu pelaku lain yang teridentifikasi ikut serta dalam aksi tersebut,” pungkas Enjang.