KALBARAYA, KAPUAS HULU – Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melanda Kabupaten Kapuas Hulu. Memasuki musim kemarau yang diwarnai ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tercatat sebanyak 10.081 warga lokal telah terjangkit penyakit pernapasan ini.
Berdasarkan rekapitulasi data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu periode Januari hingga Juli 2026, paparan ISPA merata di berbagai rentang usia:
- Balita: 1.757 orang
- Anak-anak: 945 orang
- Remaja: 2.837 orang
- Dewasa: 4.398 orang
- Lansia: 864 orang
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Nanang Fadli, mengungkapkan bahwa eskalasi kasus mulai menunjukkan tren kenaikan tajam sejak memasuki pertengahan tahun.
“Kasus ISPA merangkak naik signifikan sepanjang Juni dan Juli 2026, seiring dimulainya siklus musim kemarau,” terang Nanang, Kamis (13/8/2026).
Faktor Infeksi Virus dan Dampak Lingkungan
Meski karhutla menjadi salah satu pemicu pemburukan kualitas udara, Nanang meluruskan bahwa tidak semua kasus ISPA dipicu oleh asap paparan pembakaran lahan. Sebagian besar pasien justru terinfeksi virus yang memicu gejala batuk serta flu pada saluran pernapasan.
Guna menekan angka kesakitan, Dinkes Kapuas Hulu telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tertanggal 3 Agustus 2026 sebagai tindak lanjut atas instruksi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat terkait kesiapsiagaan dampak karhutla.
Langkah Pencegahan dan Imbauan Kesehatan
Jajaran Dinkes Kapuas Hulu terus menggalakkan edukasi serta sosialisasi pencegahan ke masyarakat untuk meminimalisasi risiko penyakit khas kemarau.
Beberapa imbauan utama yang ditekankan kepada masyarakat meliputi:
- Perlindungan Diri: Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan ketika udara berdebu atau diselimuti asap.
- Menjaga Hidrasi: Memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi.
- Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Disiplin menjaga kebersihan lingkungan, rutin berolahraga, serta mengonsumsi makanan bergizi.
“Penerapan PHBS secara konsisten adalah benteng pertahanan terbaik warga dalam menghadapi ancaman penyakit kemarau, seperti ISPA, diare, hingga gangguan dehidrasi,” pungkas Nanang.
