KALBARAYA, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memperkuat rantai pasok program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan merangkul peternak lokal. Melalui kesepakatan baru, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Jateng berkomitmen menyerap komoditas telur dan daging ayam dari peternak setempat sebanyak dua kali dalam sepekan. Langkah ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 7 hingga 10 persen dari total produksi unggas di wilayah tersebut.
Surplus Melimpah, Suplai Pasar Dijamin Aman
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Jawa Tengah, Suwardi, memastikan bahwa pengalihan sebagian produksi ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak akan memicu kelangkaan di pasar tradisional.
Saat ini, Jateng mengalami surplus produksi telur yang cukup tinggi. Dari populasi 39 juta ekor ayam, produksi telur mencapai 2.200 ton per hari, sedangkan konsumsi masyarakat hanya 1.400 ton.
“Ada kelebihan pasokan sebesar 800 ton per hari. Berdasarkan kesepakatan, sebanyak 1.200 ton telur per minggu akan didistribusikan ke sekitar 4.000 dapur SPPG,” jelas Suwardi usai rapat koordinasi di Kantor Gubernur Jateng, Jumat (19/6).
Untuk menjaga stabilitas, disepakati harga tebus telur berada di angka Rp26.000 per kilogram, sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP). Kebijakan ini didukung oleh 1.767 peternak yang bernaung di bawah asosiasi.
Solusi Atasi Oversupply Daging Ayam
Sektor ayam potong juga mendapat angin segar. Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jateng, Susilo, mengungkapkan bahwa kebijakan ini menjadi solusi efektif di tengah lesunya permintaan pasar, salah satu pemicunya adalah momentum bulan Suro yang minim acara hajatan.
Jateng mencatatkan kelebihan pasokan ayam potong berkisar 100 ribu hingga 300 ribu ekor per hari dari total produksi 1,5 juta hingga 1,6 juta ekor. Dalam program ini, Satgas MBG sepakat membeli daging ayam siap olah (karkas) dengan harga tertinggi Rp35.000 per kilogram.
Komitmen Lindungi Peternak Daerah
Kesepakatan ini diresmikan melalui penandatanganan komitmen bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua Satgas Percepatan MBG Jateng, Taj Yasin. Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini menginstruksikan seluruh pengelola SPPG di Jawa Tengah wajib mengambil bahan baku dari koperasi dan asosiasi lokal yang telah ditunjuk.
“Kami sudah memperkuat kerja sama terkait SOP pelaksanaan MBG di Jawa Tengah. Dalam menyusun menu mingguan, diputuskan porsi telur diberikan dua kali dan daging ayam dua kali,” tegas Gus Yasin.
Ia menambahkan, standardisasi harga tertinggi ini sengaja diterapkan sebagai instrumen perlindungan bagi para peternak lokal agar roda perekonomian dapat berputar merata di seluruh lapisan masyarakat.
