KALBARAYA, SURABAYA – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya, menyatakan permohonan maaf menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa, Senin (11/5). Para siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan sesaat setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla, menegaskan pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, termasuk menanggung seluruh biaya perawatan medis para korban.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para siswa, guru, dan pihak sekolah yang terdampak. Kami berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan serta observasi medis yang diperlukan,” ujar Chafi saat memberikan keterangan resmi, Senin (11/5).

Dugaan Lauk Daging dan Hasil Uji Lab

Berdasarkan laporan di lapangan, sejumlah siswa mengeluhkan sakit perut setelah menyantap lauk daging dalam paket makanan tersebut. Namun, Chafi mengeklaim bahwa seluruh bahan baku yang digunakan dalam kondisi layak konsumsi dan diproses sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Saat bahan datang, kondisi daging bagus dan tidak basi. Kami menyadari daging adalah bahan yang sangat sensitif dalam pengolahannya. Hingga saat ini, kami masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab pastinya,” jelasnya.

Proses memasak sendiri diketahui dimulai pada Minggu (10/5) pukul 23.00 WIB hingga dini hari untuk menjaga kesegaran makanan saat didistribusikan pada Senin pagi.

Evaluasi Menyeluruh dan Penutupan Sementara Dapur

SPPG Tembok Dukuh yang telah beroperasi sejak Februari 2026 ini tercatat melayani 13 sekolah dengan kapasitas mencapai 3.020 porsi harian. Pasca-munculnya laporan gangguan kesehatan, distribusi makanan langsung dihentikan pada angka 2.000 porsi.

Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur pun langsung mengambil langkah tegas. Wakil Koordinator BGN Jatim, Teguh Bayu Wibowo, menyatakan operasional dapur SPPG Tembok Dukuh resmi dibekukan sementara.

“Operasional kami hentikan untuk keperluan evaluasi total hingga ada hasil pemeriksaan lab dari Dinas Kesehatan yang menyatakan kondisi benar-benar aman,” tutur Teguh.

Respon Pemerintah Kota dan Penyelidikan Kepolisian

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, turun langsung meninjau fasilitas dapur MBG di lokasi kejadian. Ia meminta semua pihak untuk tetap tenang dan tidak memberikan spekulasi sebelum hasil uji laboratorium diterbitkan.

“Secara kasat mata, fasilitas pengolahan di sini cukup bersih dan memenuhi standar. Kita tunggu hasil ilmiahnya, jangan terburu-buru menyimpulkan penyebabnya,” kata Armuji.

Guna mendukung proses penyelidikan, Tim Inafis Polrestabes Surabaya bersama unsur Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan inspeksi dan olah TKP di area dapur. Langkah ini diambil untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur atau faktor lain yang memicu timbulnya gejala keracunan pada ratusan siswa tersebut.

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *