KALBARAYA, MADRID – Pemerintah Spanyol menegaskan sikap independensinya di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyatakan bahwa Madrid tidak akan tunduk pada tekanan ekonomi Amerika Serikat menyusul keputusan Spanyol yang melarang penggunaan pangkalan militernya sebagai batu loncatan serangan ke Iran.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas laporan adanya ancaman dari Presiden AS Donald Trump yang akan memutus hubungan perdagangan jika Madrid tetap menutup akses militernya bagi pasukan Washington.
Spanyol: Kami Sekutu NATO yang Solid, Bukan Subordinat
Dalam sebuah wawancara dengan penyiar publik TVE, Kamis (12/3/2026), Albares mempertanyakan urgensi AS memberikan tekanan kepada mitra strategisnya sendiri. Ia mengingatkan peran aktif Spanyol dalam menjaga stabilitas Eropa dan keamanan transatlantik.
“Kami tidak merasa perlu takut terhadap apa pun. Mengapa Spanyol harus ditekan? Kami adalah mitra Eropa yang solid dan sekutu NATO yang dapat diandalkan, yang saat ini bahkan turut mengamankan wilayah udara negara-negara Baltik. Selain itu, kami adalah mitra dagang signifikan bagi AS,” tegas Albares, sebagaimana dikutip pada Jumat (13/3/2026).
Albares juga memperingatkan bahwa ancaman ekonomi terhadap satu anggota Uni Eropa (UE) secara otomatis merupakan ancaman terhadap stabilitas seluruh pasar tunggal Eropa.
Pelarangan Pangkalan Rota dan Moron
Ketegangan diplomatik ini berawal ketika pemerintah Spanyol secara resmi menentang agresi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran. Madrid menilai operasi tersebut mencederai kaidah hukum internasional.
Sebagai bentuk konkret penolakan, Spanyol memblokir akses bagi militer AS untuk menggunakan dua pangkalan udara dan laut strategis di wilayahnya, yaitu:
- Pangkalan Rota
- Pangkalan Moron
Kebijakan ini memicu kemarahan Gedung Putih. Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan sanksi ekonomi atau penangguhan kerja sama dagang bilateral sebagai balasan atas sikap “pembangkangan” Madrid.
Analisis Geopolitik: Dilema Hubungan AS-Eropa
Sikap berani Spanyol mencerminkan perpecahan yang kian nyata di internal NATO terkait cara menangani isu Iran. Dengan memegang prinsip hukum internasional, Madrid memposisikan diri sebagai penyeimbang yang menolak penyelesaian konflik melalui jalur militer yang tidak disepakati secara kolektif di tingkat PBB.
Hingga saat ini, Uni Eropa dilaporkan terus memantau situasi ini, mengingat ancaman perang dagang antara AS dan Spanyol dapat mengganggu stabilitas pemulihan ekonomi kawasan.
