KALBARAYA, JAKARTA – Kehadiran legenda rock asal Kanada, Bryan Adams, di Jakarta dalam rangkaian tur dunia Roll With The Punches pada Selasa (3/2/2026), menyisakan kisah unik di balik kabin pesawat. Seorang pilot maskapai Garuda Indonesia mendapatkan kejutan luar biasa setelah secara tak sengaja menjadi kru penerbangan sang bintang.
Inggit Nariswari, seorang First Officer Garuda Indonesia, membagikan pengalaman tak terlupakan tersebut melalui platform media sosial Threads hingga menjadi viral. Kisahnya bermula saat ia bertugas di rute Jakarta-Bali-Jakarta.
Pertemuan Tak Disengaja di Bandara Ngurah Rai
Saat sedang transit selama dua jam di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS), Inggit menyempatkan diri membeli kopi. Di sanalah ia berpapasan dengan seorang pria warga negara asing bertubuh tinggi yang menanyakan lokasi Lounge Garuda.
Tanpa menyadari identitas pria tersebut, Inggit yang searah menuju gerbang keberangkatan menawarkan diri untuk mengantarnya. “Sepanjang jalan kami mengobrol. Dia terkesan karena baru pertama kali bertemu pilot perempuan,” kenang Inggit saat diwawancarai media, Jumat (6/2/2026).
Pria tersebut hanya menyebutkan bahwa dirinya sedang dalam perjalanan ke Jakarta sebelum nantinya kembali ke Kanada.
Manifest Penumpang yang Mengejutkan
Identitas sang pria baru terkuak saat persiapan terbang menuju Jakarta. Awak kabin dikagetkan dengan munculnya nama “Bryan Adams” dalam daftar penumpang (pax manifest) kelas bisnis. Untuk memastikan, para kru pun mencocokkan jadwal sang musisi melalui unggahan di media sosial.
“Kru kabin yang pertama kali sadar. Kami sempat ragu, tapi setelah melihat IG Story-nya, ternyata benar malam itu dia memang ada konser di Jakarta,” ujar pilot yang telah terbang selama 10 tahun tersebut.
Undangan Eksklusif di Atas Awan
Sebagai penggemar berat, Inggit sempat merasa gugup saat harus menerbangkan pesawat dengan idolanya sebagai penumpang. Namun, kejutan belum berakhir. Di tengah penerbangan, seorang pramugari mengabarkan bahwa Bryan Adams mengundang seluruh kru untuk datang langsung ke konsernya malam itu.
Bukan sekadar basa-basi, manajer sang musisi bahkan menunjukkan bukti pemesanan sembilan tiket kategori satu atas nama “Captain Billy” (Kapten pilot penerbangan tersebut) kepada kru kabin.
Momen Haru dan Konser Penutup
Setelah mendarat di Jakarta, Inggit berkesempatan melakukan selfie singkat di pintu pesawat. Saking gugupnya, ia mengaku tangannya gemetar hingga kesulitan membuka kunci layar ponselnya. “Auranya bintang banget. Meski sudah senior, karismanya luar biasa,” ungkap wanita berusia 37 tahun itu.
Meski jadwalnya padat, Inggit memutuskan untuk tetap mengejar konser di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol. Berbekal kata kunci “Captain Billy” di meja registrasi, ia berhasil masuk ke area festival tepat saat lagu “Heaven” mulai berkumandang.
“Rasanya tidak percaya bisa menonton konser gratis di kategori terbaik. Bryan Adams benar-benar baik hati. Meski pertemuan kami sangat singkat, dia memberikan pengalaman yang luar biasa bagi kami,” pungkasnya penuh haru.
