Foto: Reuters

KALBARAYA, WASHINGTON D.C. – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi membatalkan rencana penerapan tarif sebesar 10% terhadap sejumlah negara Eropa yang memberikan dukungan kepada Greenland. Keputusan strategis ini diambil setelah Trump mencapai kesepakatan penting dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa ancaman proteksionisme ekonomi yang semula dijadwalkan berlaku pada awal bulan depan telah ditarik kembali.

“Merujuk pada kesepakatan yang telah dicapai, saya tidak akan melanjutkan pemberlakuan tarif yang sebelumnya direncanakan mulai efektif pada 1 Februari mendatang,” tulis Trump dalam pernyataannya.

Kerangka Kerja Baru di Kawasan Arktik

Pembatalan tarif ini merupakan buah dari perundingan intensif mengenai masa depan kedaulatan dan keamanan di wilayah utara. Trump menyatakan bahwa dirinya dan Sekjen NATO Mark Rutte telah menyusun draf kesepakatan jangka panjang yang tidak hanya mencakup Greenland, tetapi juga stabilitas di seluruh kawasan Arktik.

Menurut Trump, langkah diplomasi ini merupakan solusi yang saling menguntungkan bagi kepentingan nasional Amerika Serikat serta aliansi pertahanan NATO secara keseluruhan.

“Jika kerangka kesepakatan ini terealisasi sepenuhnya, hal ini akan memberikan dampak yang sangat positif bagi Amerika Serikat dan seluruh negara anggota NATO,” tambahnya.

Latar Belakang Ketegangan

Sebelumnya, ancaman tarif 10% ini sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya perang dagang baru antara Washington dan sekutu Eropanya. Ketertarikan Trump terhadap Greenland—wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark—telah menjadi isu sensitif dalam hubungan trans-atlantik.

Dengan adanya kesepakatan ini, fokus kemitraan kini bergeser pada kerja sama strategis di Arktik, yang belakangan menjadi rebutan pengaruh antara kekuatan besar dunia karena potensi sumber daya alam dan jalur pelayaran yang kian terbuka.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *