KALBARAYA, ACEH – Telkomsel secara resmi mengumumkan keberhasilan pemulihan seluruh infrastruktur jaringan telekomunikasi di Provinsi Aceh pascabencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Langkah percepatan ini merupakan bagian dari kolaborasi dalam program GALAPANA bersama Satuan Tugas (Satgas) DPR RI dan kementerian terkait.
Hingga Minggu (11/1/2026), Telkomsel melaporkan bahwa seluruh Base Transceiver Station (BTS) di Aceh telah kembali beroperasi normal. Sementara itu, tingkat stabilitas layanan secara keseluruhan telah menyentuh angka hampir 90 persen, seiring dengan proses pemulihan pasokan listrik di titik-titik terdampak.
Tiga Pilar Integrasi Penanganan Bencana Dalam mendukung efektivitas koordinasi penanganan dampak bencana, Telkomsel menerapkan tiga fokus utama:
- Teknologi & Jaringan: Pemulihan infrastruktur fisik dan dukungan digitalisasi data terpadu.
- Logistik: Penyaluran bantuan teknis dan pendukung operasional di lapangan.
- Tanggung Jawab Sosial (CSR): Pendampingan bagi masyarakat melalui program bantuan sosial perusahaan.
Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, menyatakan bahwa konektivitas menjadi faktor krusial dalam mempercepat proses pemulihan daerah pascabencana.
“Seluruh BTS di Aceh kini sudah aktif kembali. Saat ini prioritas kami adalah menjaga stabilitas layanan agar tetap andal bagi masyarakat dan mendukung kelancaran koordinasi tim di lapangan,” jelas Nugroho.
Perkuat Sinyal dengan Alat Pendukung dan Pasokan Listrik Cadangan
Guna mengatasi kendala fluktuasi pasokan listrik dan keterbatasan akses, Telkomsel mengerahkan sejumlah armada pendukung teknis. Setidaknya lima unit Compact Mobile BTS (Combat) telah ditempatkan di lokasi strategis dan kawasan hunian sementara (huntara) untuk memperkuat cakupan sinyal.
Selain itu, sebanyak 316 unit generator set (genset) disiagakan sebagai sumber energi cadangan untuk memastikan perangkat komunikasi tetap menyala di tengah kendala suplai listrik utama.
Melalui kemitraan dalam program GALAPANA, Telkomsel berkomitmen melakukan pemantauan berkelanjutan dan koordinasi lintas sektoral. Langkah ini bertujuan untuk memastikan layanan komunikasi tetap stabil dan dapat diandalkan oleh seluruh lapisan masyarakat Aceh selama masa transisi pascabencana.
