Tiga personel SAR Semarang berhasil menemukan Mbah Wakijem dalam kondisi lemas di hutan Kalialang. Dok Humas Basarnas Semarang)

KALBARAYA, SEMARANG – Setelah melalui proses pencarian yang menegangkan selama tiga hari, Wakijem (84), warga Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di tengah kawasan Hutan Kalialang, Senin (5/1/2026).

Lansia yang sempat dilaporkan hilang sejak Sabtu pagi tersebut ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi lemas akibat kelelahan dan kelaparan.

Kronologi Hilangnya Korban Peristiwa bermula saat Wakijem meninggalkan kediamannya di Kalialang Baru pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 05.00 WIB tanpa berpamitan. Pihak keluarga mulai cemas setelah korban tidak kunjung pulang hingga sore hari. Mengingat korban memiliki riwayat demensia (pikun), keluarga khawatir ia tersesat dan segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang.

“Kami menerima laporan dan langsung menerjunkan tim untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan sejak Minggu sore,” terang Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, Senin (5/1).

Jejak Tongkat Jadi Petunjuk Krusial Operasi pencarian di Hutan Kalialang menghadapi tantangan berat akibat medan yang terjal, minimnya saksi mata, serta cuaca ekstrem. Namun, titik terang muncul saat tim menemukan jejak goresan tongkat di tanah—alat bantu jalan yang selalu dibawa oleh korban.

Sekitar pukul 13.46 WIB, tim berhasil menemukan Wakijem di area pedalaman hutan. Meski selamat, kondisinya cukup memprihatinkan. “Survivor ditemukan dalam keadaan sangat lemas karena tidak mengonsumsi makanan selama tiga hari. Selain itu, beliau terindikasi mengalami hipotermia ringan setelah terpapar hujan di dalam hutan semalam,” tambah Budiono.

Riwayat Berulang dan Penanganan Medis Berdasarkan keterangan keluarga, ini bukan kali pertama Wakijem tersesat. Kejadian kali ini merupakan yang keenam kalinya ia pergi dari rumah tanpa izin, namun menjadi durasi terlama ia menghilang.

Begitu ditemukan, tim evakuasi langsung memberikan pertolongan pertama berupa asupan air minum dan penghangat tubuh. Korban kemudian ditandu keluar hutan dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Pihak Basarnas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki anggota keluarga lansia dengan gangguan daya ingat untuk memberikan pengawasan ekstra atau tanda pengenal khusus guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *