ILUSTRASI

KALBARAYA, BUSAN – Insiden maut menimpa kapal tunda TNS Catcher di perairan Busan, Korea Selatan, pada Rabu (2/9/2026). Kapal berbobot 286 ton tersebut terbalik dan tenggelam di kedalaman sekitar 87 meter saat menjalankan misi menarik sebuah kapal niaga.

Dari delapan awak kapal yang terdiri atas dua warga negara Indonesia (WNI) dan enam warga Korea Selatan, seorang WNI berusia 53 tahun berhasil diselamatkan oleh kapal niaga di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, satu awak warga lokal ditemukan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit.

Saat ini, operasi pencarian masih terus dilakukan terhadap enam korban hilang, termasuk satu WNI lainnya. Penjaga Pantai Korea Selatan mengerahkan 13 kapal patroli, armada helikopter, hingga unit penyelamat khusus dengan bantuan Angkatan Laut dan kapal sipil.

Proses penyelamatan di lapangan menghadapi tantangan cuaca, dengan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter serta angin kencang dari arah barat laut. Merespons musibah ini, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menginstruksikan pengerahan seluruh sumber daya negara secara maksimal, sementara Pemerintah Kota Busan telah mengaktifkan pusat penanggulangan bencana darurat sekaligus menyediakan layanan penerjemah bagi korban warga asing yang terdampak.

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *