Warga menggelar ritual adat Mudas Buang Pamali Kampong di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau usai insiden helikopter PK-CFX yang jatuh di wilayah tersebut, pada Jumat (24/2). (DOK POLRES SEKADAU)

KALBARAYA, SEKADAU – Sebagai upaya memulihkan keseimbangan spiritual dan sosial setelah insiden jatuhnya helikopter Airbus H-130 PK-CFX, masyarakat Dayak Taman melaksanakan prosesi adat Mudas Buang Pamali Kampong. Ritual pembersihan ini dilaksanakan di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, pada Jumat (24/4/2026).

Upacara sakral tersebut dipusatkan di halaman Gereja RT 9 Kampung Hulu Peniti sebagai simbol permohonan doa agar wilayah setempat terhindar dari marabahaya serta pengaruh buruk pasca-musibah udara yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dihadiri Tokoh Daerah dan Forkopimda

Prosesi ini menjadi momentum kebersamaan antara masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah daerah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sekadau Aron, jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Sekadau, unsur Forkopimcam Nanga Taman, serta perwakilan dari Kodim 1204/Sanggau.

Selain pejabat pemerintahan, hadir pula Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Pontianak, perwakilan BPBD Sekadau, Dewan Adat Dayak (DAD), serta manajemen PT Citra Mahkota sebagai pihak yang terkait dengan operasional wilayah tersebut.

Simbol Harmoni dan Penghormatan Kearifan Lokal

Kapolres Sekadau, AKBP Andhika Wiratama, melalui Kasi Humas AKP Triyono, menegaskan bahwa kepolisian sangat menghormati nilai-nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Dayak Taman. Menurutnya, ritual ini bukan sekadar tradisi, melainkan instrumen untuk memperkuat solidaritas warga dalam menghadapi tragedi.

“Ritual Mudas Buang Pamali Kampong merupakan wujud kearifan lokal untuk menetralisir hal-hal negatif pasca-insiden. Ini adalah bentuk doa kolektif agar kedamaian dan keselamatan senantiasa menyertai warga di masa depan,” jelas AKP Triyono.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak dalam acara ini mencerminkan kuatnya hubungan harmonis antara manusia, lingkungan, dan nilai-nilai ketuhanan yang diwariskan secara turun-temurun.

Rangkaian Penghargaan dan Apresiasi

Sebelum ritual inti dimulai, agenda diawali dengan serangkaian sambutan formal dari Camat Nanga Taman dan perwakilan sektor swasta. Pada kesempatan tersebut, Bupati Sekadau juga menyerahkan piagam penghargaan kepada kepala desa setempat sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dalam penanganan pasca-kecelakaan.

Kegiatan berlangsung secara khidmat dengan pengawalan dari personel Polres Sekadau, memastikan seluruh tahapan adat berjalan lancar tanpa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *