KALBARAYA, GIANYAR – Misteri penemuan potongan kepala dan tubuh manusia di Muara Sungai Wos, Pantai Ketewel, Gianyar, mulai memasuki babak baru. Tim penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Bali kini tengah melakukan upaya identifikasi berbasis sains (scientific investigation) untuk mengungkap jati diri korban yang diduga kuat merupakan korban mutilasi tersebut.
Fokus penyelidikan saat ini mengarah pada pencocokan data profil DNA antara potongan tubuh yang ditemukan dengan sampel DNA milik ibu dari warga negara (WN) Ukraina berinisial IK, yang dilaporkan menjadi korban penculikan di wilayah Badung pertengahan Februari lalu.
Koordinasi Lintas Negara Melalui Konsulat
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Konsulat Ukraina. Langkah ini diambil guna memfasilitasi pengambilan sampel DNA ibu kandung IK yang saat ini berada di Ukraina.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Ukraina. Sampel DNA dari ibu yang bersangkutan telah diambil di sana dan akan segera dikirimkan ke Bali untuk dicocokkan dengan temuan potongan tubuh di Pantai Ketewel,” ujar Ariasandy di Mapolda Bali, Jumat (27/2/2026).
Meskipun terdapat kemiripan latar belakang, kepolisian menegaskan untuk tidak berspekulasi dini. Pihak penyidik masih menunggu hasil autentik dari Bidlabfor dan tim DVI Polda Bali guna memastikan apakah penemuan ini berkaitan langsung dengan kasus penculikan IK yang terjadi pada Minggu (15/2).
Petunjuk Tato dan Hasil Forensik Awal
Sejumlah petunjuk fisik mulai dikumpulkan. Salah satunya adalah keberadaan tato bermotif jam dengan angka Romawi pada potongan lengan korban. Sebagai catatan, dalam video dokumentasi penculikan yang beredar sebelumnya, WN Ukraina IK memang diketahui memiliki tato di area dada dan lengan.
Namun, dr. Nola Margaret Gunawan, spesialis forensik RSUP Prof. IGNG Ngoerah Denpasar, menyebutkan bahwa identifikasi visual sulit dilakukan karena kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan lanjut.
“Kondisi potongan tubuh saat diterima sudah membusuk, diperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari tiga hari. Karena kondisi ini, identifikasi jenis kelamin pun belum bisa dipastikan secara kasatmata,” jelas dr. Nola. Ia menambahkan bahwa aspek antropologi melalui struktur tulang nantinya dapat memberikan petunjuk mengenai kedekatan populasi atau ras korban.
Penyisiran Lokasi Kejadian
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Polres Gianyar dan Polda Bali masih melakukan penyisiran intensif di sekitar bibir Pantai Ketewel dan Muara Sungai Wos. Petugas mencari kemungkinan adanya bagian tubuh lain yang belum ditemukan guna melengkapi proses otopsi.
Seluruh bagian tubuh yang ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang berolahraga pada Kamis (26/2) tersebut—termasuk kepala, kaki, bagian dada, dan organ dalam—kini tersimpan di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Prof. IGNG Ngoerah untuk pengujian lebih lanjut.
