Istimewa

KALBARAYA – Raksasa otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Corporation, resmi mengumumkan kampanye penarikan kembali (recall) terhadap puluhan ribu unit SUV populer mereka, Hyundai Tucson. Langkah ini diambil setelah ditemukan adanya cacat produksi pada sistem kelistrikan yang berisiko memicu kebakaran pada kendaraan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari The Drive, kebijakan ini berdampak pada lebih dari 51 ribu unit Tucson yang diproduksi secara global dalam rentang tahun 2022 hingga 2024.

Penyebab: Rembesan Air pada Modul Trailer Investigasi internal menunjukkan bahwa titik lemah berada pada instalasi kabel sistem derek (towing) yang biasa digunakan untuk menarik trailer atau perlengkapan camping. Pelindung kabel yang kurang memadai memungkinkan air menyusup ke dalam modul kontrol kelistrikan, sehingga memicu korsleting atau arus pendek.

“Infiltrasi air ke dalam modul kontrol dapat merusak fungsi lampu rem trailer. Dalam situasi tertentu yang ekstrem, kondisi ini menyebabkan panas berlebih hingga peleburan komponen yang berpotensi memicu titik api,” tulis pernyataan resmi Hyundai, Jumat (2/1/2026).

Ratusan Laporan Masuk, Konsumen Diimbau Parkir di Luar Ruangan Hingga November 2025, Hyundai telah menerima setidaknya 287 laporan terkait kendala pada modul kelistrikan tersebut, termasuk tiga insiden kebakaran yang terjadi di Amerika Serikat. Beruntung, otoritas setempat memastikan belum ada laporan mengenai kecelakaan atau cedera fisik akibat cacat produksi ini.

Sebagai langkah mitigasi sebelum proses perbaikan dimulai, Hyundai mengeluarkan instruksi khusus bagi pemilik Tucson yang terdampak:

  1. Menghindari parkir di dalam gedung atau area tertutup.
  2. Mengutamakan ruang terbuka guna meminimalisir risiko jika terjadi pengapian mendadak.
  3. Menunggu informasi lebih lanjut mengenai teknis perbaikan yang dijadwalkan rilis pada Februari 2026.

Bagaimana dengan Pasar Indonesia? Hyundai Tucson generasi keempat sendiri telah resmi mengaspal di Indonesia sejak November 2024 lalu. Namun, hingga saat ini belum ada rincian resmi apakah unit yang dipasarkan di tanah air mengusung fitur trailer mode atau spesifikasi kabel derek yang sama dengan model yang ditarik di pasar Amerika Utara.

Pihak pabrikan kini tengah mempersiapkan komponen pengganti untuk menjamin keamanan dan kenyamanan konsumen di seluruh dunia secara bertahap.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *