KALBARAYA, BOGOR – Publikasi buku memoar terbaru Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings memicu reaksi keras dari mantan suaminya, Roby Tremonti. Meski tidak disebutkan secara gamblang, Roby mengaku merasa tersindir oleh karakter bernama “Bobby” yang digambarkan Aurelie dalam buku tersebut.
Roby menilai, meskipun menggunakan nama samaran, petunjuk-petunjuk yang tertulis dalam memoar itu sangat mudah dikaitkan dengan dirinya melalui catatan publik.
“Dalam buku itu diceritakan tokoh Bobby memaksa Aurelie menikah. Berdasarkan data yang bisa dipertanggungjawabkan di mesin pencari mana pun, fakta sejarah mencatat saya pernah menikah dengan Aurelie. Jadi, sangat wajar jika publik dan saya sendiri merasa sindiran itu dialamatkan kepada saya,” ujar Roby saat ditemui di kawasan Citeureup, Jawa Barat, baru-baru ini.
Mempertanyakan Otentisitas “Kisah Nyata”
Kekecewaan Roby didasari oleh klaim Aurelie bahwa buku tersebut diangkat dari pengalaman hidup pribadinya. Karakter Bobby dalam buku digambarkan sebagai sosok di balik pengalaman pahit Aurelie, termasuk tuduhan child grooming hingga Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Roby pun menantang Aurelie untuk memperjelas identitas asli di balik nama samaran tersebut jika memang buku itu diklaim sebagai kisah nyata.
“Kalau dia tidak bisa membuktikan kepada publik siapa sosok ‘Bobby’ ini di dunia nyata atau di rekam jejak media sosial, lantas buku ini sebenarnya kisah nyata atau bukan?” cetusnya mempertanyakan validitas narasi dalam memoar tersebut.
Rekam Jejak Pernikahan Masa Lalu
Diketahui, Roby Tremonti dan Aurelie Moeremans memang pernah melangsungkan pernikahan pada 10 Oktober 2011 silam. Namun, dalam Broken Strings, Aurelie memberikan gambaran kelam mengenai fase kehidupan yang ia jalani selama periode tersebut.
Penggunaan nama samaran “Bobby” dianggap Roby sebagai upaya yang tanggung, karena rekam jejak digital tetap mengarah pada satu nama di masa lalu Aurelie. Hingga saat ini, pihak Aurelie Moeremans belum memberikan tanggapan balik terkait pernyataan Roby yang merasa menjadi sasaran dalam buku karangannya tersebut.
