Jonathan Glazer, Rachel Szor, dan Yuval Abraham menghadiri sesi foto film Naza di Festival Film Internasional Venesia ke-83, Italia, Kamis (10/9/2026).

KALBARAYA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan kecaman keras terhadap film dokumenter “NAZA” yang mengungkap dugaan bahwa jatuhnya korban sipil secara massal telah diperhitungkan secara rutin dalam penentuan target serangan militer di Gaza. Netanyahu menilai karya yang baru saja meraih Penghargaan Juri Khusus di Festival Film Venesia tersebut sebagai bagian dari propaganda antisemitik yang dipicu dari dalam negaranya sendiri.

Film garapan dua jurnalis asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor, ini disusun berdasarkan wawancara anonim bersama jajaran intelijen dan prajurit Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Selain Netanyahu, Kepala Militer Israel Eyal Zamir turut meradang dan mengecam karya tersebut sebagai bentuk penyimpangan fakta serta tuduhan palsu, sekaligus menginstruksikan penelusuran langkah hukum terhadap para pembuat film.

Menanggapi gelombang penolakan dari pemerintahannya, Yuval Abraham menegaskan bahwa karya tersebut dibuat untuk menyibak penyangkalan atas tindak kejahatan yang terjadi di lapangan. Berdasarkan data otoritas kesehatan di Gaza, operasi militer yang diluncurkan Israel tercatat telah merenggut lebih dari 73 ribu jiwa warga Palestina yang mayoritas merupakan warga sipil.Menanggapi gelombang penolakan dari pemerintahannya, Yuval Abraham menegaskan bahwa karya tersebut dibuat untuk menyibak penyangkalan atas tindak kejahatan yang terjadi di lapangan. Berdasarkan data otoritas kesehatan di Gaza, operasi militer yang diluncurkan Israel tercatat telah merenggut lebih dari 73 ribu jiwa warga Palestina yang mayoritas merupakan warga sipil.

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *