KALBARAYA, TOKYO – Dalam kunjungan resminya ke Jepang, Presiden Prabowo Subianto memaparkan visi besar Indonesia mengenai transformasi energi bersih. Di hadapan para pelaku usaha dalam forum bisnis Indonesia-Jepang, Senin (30/3/2026), Presiden menekankan pentingnya percepatan adopsi kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) sebagai pilar ketahanan nasional.
Presiden menegaskan bahwa diversifikasi sumber energi hijau merupakan langkah krusial untuk mengamankan posisi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Transformasi 140 Juta Sepeda Motor: Mengurangi Ketergantungan BBM
Meski Indonesia memiliki cadangan batu bara yang melimpah sebagai benteng terakhir darurat energi, Presiden Prabowo menyatakan bahwa masa depan ekonomi Indonesia bergantung pada energi terbarukan. Salah satu target utama pemerintah adalah merombak ekosistem transportasi roda dua yang jumlahnya sangat masif.
“Saat ini kita memiliki sekitar 140 juta unit sepeda motor yang mayoritas masih mengonsumsi bensin. Ini adalah salah satu aspek yang ingin kita transformasi dengan sangat cepat menuju motor listrik,” ujar Presiden Prabowo di Tokyo.
Ia menambahkan, migrasi ke kendaraan listrik bukan sekadar isu lingkungan, melainkan strategi pertahanan terhadap fluktuasi pasokan minyak bumi global. Dalam proses ini, Indonesia membuka pintu lebar-lebar bagi teknologi, pengalaman, dan metode manufaktur dari Jepang untuk berpartisipasi aktif.
Pasar Mobil Listrik 2026: BYD dan Pendatang Baru Tiongkok Mendominasi
Di dalam negeri, tren penggunaan mobil listrik terus menunjukkan kurva positif. Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat angka wholesales (distribusi pabrik ke diler) mencapai 22.317 unit pada awal 2026, tumbuh 21,8 persen secara bulanan (month-to-month).
Berikut adalah peta persaingan BEV di pasar domestik per Februari 2026:
- BYD Atto 1: Memimpin pasar dengan pengiriman 3.700 unit (naik 10%).
- Jaecoo J5 EV: Mencatatkan pertumbuhan impresif 50,7% dengan total 2.926 unit.
- Wuling Darion BEV: Mengamankan posisi ketiga dengan 1.019 unit.
- Geely EX2: Pendatang baru yang langsung menyodok ke posisi keempat (776 unit).
- BYD M6: Melengkapi lima besar dengan penjualan 523 unit.
Strategi ‘Multi-Pathway’ Raksasa Otomotif Jepang
Berbeda dengan agresivitas merek Tiongkok di segmen full electric, pabrikan asal Jepang di Indonesia seperti Toyota, Suzuki, dan Honda masih konsisten menerapkan strategi multi-pathway. Pendekatan ini mengombinasikan berbagai teknologi elektrifikasi untuk mencapai target netralitas karbon.
Toyota, misalnya, masih menjadikan mobil hybrid (HEV) sebagai jembatan transisi utama sebelum sepenuhnya beralih ke model BEV. Langkah hati-hati ini diambil mempertimbangkan ekosistem industri yang melibatkan banyak IKM (Industri Kecil dan Menengah) serta kesiapan pasar secara bertahap.
