Isitmewa

KALBARAYA, WASHINGTON D.C. – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyampaikan pernyataan kontradiktif terkait kelanjutan operasi militer di Timur Tengah. Dalam pidato kenegaraan yang disiarkan secara nasional pada Rabu (1/4/2026) waktu setempat, Trump mengeklaim bahwa konfrontasi bersenjata melawan Iran telah mendekati fase akhir, namun di saat yang sama ia melontarkan ancaman eskalasi besar-besaran.

Trump menyatakan bahwa target strategis utama militer AS hampir sepenuhnya tercapai setelah satu bulan operasi intensif berlangsung. Ia memuji performa pasukannya yang dinilai telah meraih “kemenangan cepat dan presisi” di medan laga.

Ancaman Eskalasi dalam Dua Pekan ke Depan

Meski menyebut misi hampir tuntas, Trump menegaskan bahwa tekanan militer terhadap Teheran tidak akan mengendur. Sebaliknya, ia memperingatkan akan adanya gelombang serangan baru yang jauh lebih destruktif dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu ke depan.

“Tujuan strategis kita hampir rampung. Namun, kami akan menghantam mereka dengan kekuatan yang sangat dahsyat dalam waktu dekat. Kami akan membawa mereka kembali ke ‘zaman batu’ jika diperlukan,” tegas Trump dalam pidatonya dari Gedung Putih.

Tekanan Terhadap Sekutu dan Isu NATO

Pidato keras ini muncul di tengah ketegangan diplomatik antara Washington dengan sekutu Eropanya. Sebelum pengumuman ini, Trump sempat memicu kegaduhan global dengan melempar wacana penarikan Amerika Serikat dari keanggotaan NATO.

Para analis menilai pernyataan tersebut merupakan instrumen tekanan bagi negara-negara Eropa agar lebih aktif terlibat dalam konflik di Iran, terutama dalam upaya pembukaan kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz yang saat ini masih terblokade.

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *