KALBARAYA, MINAS GERAIS – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang melanda wilayah tenggara Brasil sejak awal pekan ini memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor besar. Hingga Rabu (25/2/2026), otoritas setempat melaporkan sedikitnya 25 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Intensitas hujan yang tinggi sejak Senin mengakibatkan kondisi darurat di negara bagian Minas Gerais. Tercatat, lebih dari 440 penduduk terpaksa dievakuasi setelah kediaman mereka terancam oleh debit air yang terus meningkat dan pergerakan tanah.
Kota Juiz de Fora menjadi wilayah terdampak paling parah dengan angka kematian mencapai 16 jiwa. Sementara itu, empat korban jiwa lainnya terkonfirmasi di Kota Uba. Menanggapi situasi yang kian kritis, Wali Kota Juiz de Fora, Margarida Salomao, secara resmi menetapkan status keadaan darurat bagi wilayahnya.
Salomao menyebutkan bahwa kota dengan populasi lebih dari 500 ribu jiwa tersebut tengah menghadapi salah satu fenomena hujan paling ekstrem dalam sejarah pencatatan di bulan Februari. “Sungai meluap dan struktur bangunan roboh akibat terjangan air,” ujarnya.
Laporan lapangan menunjukkan setidaknya terdapat 20 titik longsor yang tersebar di berbagai lokasi, yang mengakibatkan beberapa kawasan pemukiman kini dalam kondisi terisolasi.
Letnan Henrique Barcellos, juru bicara dinas pemadam kebakaran Minas Gerais, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah operasi pencarian korban yang tertimbun serta evakuasi warga yang masih bertahan di zona merah.
Sebagai upaya perlindungan bagi masyarakat, pemerintah daerah telah menginstruksikan penghentian sementara aktivitas belajar-mengajar di seluruh sekolah yang berada di area terdampak bencana.
Bencana ini menambah panjang daftar anomali cuaca yang melanda Brasil dalam beberapa tahun terakhir. Negara di Amerika Selatan ini tercatat semakin sering mengalami fluktuasi cuaca ekstrem, mulai dari siklus banjir bandang hingga gelombang panas dan kekeringan panjang yang berdampak signifikan pada stabilitas ekonomi serta keselamatan warga.