KALBARAYA, TOKYO – Pemerintah Jepang secara resmi menanggapi pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengenai kemungkinan penarikan diri AS dari keanggotaan NATO. Tokyo menegaskan bahwa stabilitas global sangat bergantung pada keharmonisan hubungan pertahanan antara Washington dan mitra-mitra Eropanya.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menyatakan bahwa Jepang menaruh harapan besar agar aliansi transatlantik tersebut tetap solid di tengah dinamika politik domestik Amerika Serikat.
“Negara kami sangat mengharapkan terjaganya hubungan yang stabil antara Amerika Serikat dan Eropa. Kami akan memantau perkembangan ini dengan saksama dan menyiapkan respons yang tepat,” ujar Kihara dalam konferensi pers, Kamis (2/4/2026), sebagaimana dikutip dari Reuters.
Dampak bagi Keamanan Indo-Pasifik
Bagi Jepang, wacana keluarnya AS dari NATO bukan sekadar urusan internal Benua Biru. Sebagai salah satu mitra strategis NATO di kawasan Indo-Pasifik—bersama Australia, Korea Selatan, dan Selandia Baru—Jepang menilai stabilitas di kawasan Euro-Atlantik memiliki korelasi langsung terhadap keamanan global secara menyeluruh.
NATO sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa perkembangan keamanan di wilayah Indo-Pasifik dapat memberikan dampak domino terhadap stabilitas pertahanan di Eropa dan Amerika Utara.
Rekam Jejak Kemitraan Jepang-NATO
Hubungan diplomatik dan militer antara Tokyo dan NATO telah terjalin sejak awal era 1990-an dan terus mengalami penguatan signifikan, di antaranya:
- Deklarasi Politik 2013: Menjadi fondasi awal penguatan komitmen kedua belah pihak.
- Program Kemitraan Khusus (Juli 2023): Penyesuaian agenda kerja sama yang lebih mendalam untuk menghadapi tantangan keamanan modern.
- Misi Diplomatik (Januari 2025): Jepang secara resmi membentuk kantor misi diplomatik khusus untuk NATO guna memperlancar dialog politik dan koordinasi strategis.
Mengingat kedekatan hubungan tersebut, manuver Donald Trump yang mengancam pilar utama pertahanan Barat ini menjadi perhatian serius bagi Jepang. Tokyo memandang bahwa kesolidan antar-sekutu merupakan kunci utama dalam menghadapi situasi geopolitik dunia yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.
