Kelompok pemain naga liong bernama Naga Borneo Nusantara menggelar latihan intensif/ Foto: Ocsya Ade

KALBARAYA, PONTIANAK – Menjelang puncak perayaan Imlek 2577 Kongzili dan Cap Go Meh 2026, denyut persiapan para seniman tradisional di Kota Pontianak kian terasa. Kelompok naga liong “Naga Borneo Nusantara” menggelar latihan pemungkas di area parkir Ayani Megamal Pontianak pada Kamis (5/2/2026) malam untuk memantapkan koreografi sebelum turun ke jalan.

Latihan intensif ini merupakan tahap akhir dari rangkaian persiapan teknis guna memastikan performa tim berlangsung tanpa celah saat hari H.

Kolaborasi 120 Personel dan Naga Sepanjang 52 Meter

Sekretaris Naga Borneo Nusantara, Willy, menjelaskan bahwa fokus utama dalam latihan terakhir ini adalah sinkronisasi dan kekompakan antarpemain. Mengingat naga yang akan dimainkan memiliki dimensi yang cukup masif, faktor kerja sama tim menjadi kunci utama kesuksesan atraksi.

“Ini adalah latihan ketiga sekaligus yang terakhir. Kami fokus pada pematangan atraksi agar sinkronisasi 120 personel, baik pemain naga maupun pengurus, benar-benar solid saat tampil nanti,” ungkap Willy di sela-sela latihan.

Naga raksasa yang dipersiapkan memiliki panjang mencapai 52 meter. Hingga saat ini, progres kesiapan tim diklaim telah menyentuh angka 70 persen, dengan sisa waktu yang ada digunakan untuk menyempurnakan detail-detail gerakan kecil.

Filosofi Merah Putih: Simbol Persatuan dalam Tradisi

Ada yang berbeda dengan konsep yang diusung Naga Borneo Nusantara tahun ini. Kelompok ini memperkenalkan “Naga Merah Putih Nusantara”, sebuah kreasi yang memadukan elemen kebudayaan Tionghoa dengan semangat nasionalisme Indonesia yang kental.

Warna merah dan putih yang membalut tubuh naga bukan sekadar pilihan artistik, melainkan sebuah pernyataan identitas kebangsaan. Konsep ini dirancang untuk merepresentasikan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

“Tema kami tahun ini adalah Naga Merah Putih Nusantara. Melalui balutan warna bendera negara, kami ingin menunjukkan identitas kebangsaan yang melebur harmonis dalam tradisi Imlek dan Cap Go Meh,” tambah Willy.

Target dan Harapan Kedepan

Kehadiran Naga Merah Putih Nusantara diharapkan mampu memberikan penyegaran serta warna baru dalam pawai budaya di Pontianak tahun ini. Selain sebagai sarana hiburan dan pelestarian budaya, Willy berharap penampilan kali ini bisa menjadi tolok ukur evaluasi agar timnya tampil lebih profesional pada perayaan di masa mendatang.

“Kami ingin memberikan sesuatu yang baru bagi masyarakat. Harapannya, hasil tahun ini menjadi bahan evaluasi agar persiapan kami di tahun-tahun berikutnya semakin matang dan memukau,” tutupnya.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *