KALBARAYA, JAKARTA – Bupati Pati, Sudewo, resmi menginjakkan kaki di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Selasa (20/1/2026) pagi. Kehadirannya menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim penyidik di wilayah Kabupaten Pati sehari sebelumnya.
Sudewo terpantau tiba di markas lembaga antirasuah sekitar pukul 10.35 WIB dengan pengawalan petugas. Menggunakan jaket hitam, orang nomor satu di Pati tersebut memilih bungkam dan tidak memberikan pernyataan apa pun saat dikonfirmasi awak media terkait penangkapan dirinya.
Total 8 Orang Diboyong ke Jakarta
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Sudewo tidak sendirian. Setidaknya terdapat delapan orang lainnya yang turut diamankan dalam operasi senyap tersebut dan telah diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
“Total ada delapan orang yang kami bawa ke Jakarta,” ujar Budi melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (20/1).
Meski demikian, KPK masih menutup rapat identitas pihak-pihak lain yang terjaring. Budi juga belum merinci secara detail konstruksi perkara yang menjerat para pejabat daerah tersebut.
Modus Operandi: Praktik Jual Beli Jabatan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, OTT ini diduga kuat berkaitan dengan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Indikasi ini diperkuat dengan diamankannya salah satu pihak yang diduga berperan sebagai pengepul atau koordinator di tingkat kecamatan.
“Dugaan awal mengarah pada keterlibatan koordinator kecamatan atau pihak yang mengumpulkan dana (pengepul),” tambah Budi singkat.
Status Hukum Ditentukan dalam 24 Jam
Hingga berita ini diturunkan, status hukum Bupati Sudewo dan ketujuh orang lainnya masih sebagai terperiksa. Sesuai dengan aturan dalam KUHAP, penyidik KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan mendalam sebelum menentukan status tersangka.
“Kami masih memiliki waktu untuk mendalami keterangan dan bukti-bukti sebelum menetapkan nasib hukum para pihak yang diamankan,” pungkas Budi.
Publik kini menanti keterangan resmi dari pimpinan KPK mengenai detail kronologi serta jumlah barang bukti uang yang berhasil disita dalam operasi di Jawa Tengah tersebut.
