Presiden Prabowo Subianto tiba di pengungsian korban bencana di Desa Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Rabu (31/12/2025) malam. Foto: Jonathan Devin/kumparan

KALBARAYA, TAPANULI SELATAN – Presiden RI Prabowo Subianto memilih melewatkan momen pergantian tahun 2026 dengan cara yang berbeda. Di tengah suasana haru, Kepala Negara hadir langsung menemui para pengungsi korban bencana di Desa Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan, pada Rabu (31/12/2025) malam.

Kehadiran Presiden di lokasi pengungsian tersebut menjadi simbol dukungan moril pemerintah bagi warga yang harus merayakan tahun baru di tenda-tenda darurat akibat musibah yang melanda wilayah tersebut.

Pesan Ketegaran dan Semangat Gotong Royong Mengenakan pakaian safari cokelat khasnya, Presiden Prabowo mengajak seluruh warga untuk tetap tegar dan ikhlas menghadapi cobaan. Ia menekankan pentingnya solidaritas antarwarga untuk melewati masa-masa sulit pascabencana.

“Kita harus terus berdoa agar Yang Maha Kuasa memberikan yang terbaik. Meski menghadapi musibah dan tantangan besar, jiwa kita harus tetap kuat, tegar, dan yang paling utama adalah semangat gotong royong dalam menghadapi kesulitan ini bersama-sama,” ujar Prabowo di hadapan para pengungsi.

Komitmen Kehadiran Negara Dalam orasi singkatnya, Presiden memberikan jaminan bahwa negara akan selalu hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. Ia menegaskan komitmen jajaran kabinetnya untuk mengawal proses pemulihan hingga tuntas.

“Percayalah bahwa pemimpin dan Presiden kalian tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara sekalian. Kita akan selalu bersama,” tegasnya.

Prabowo juga menjelaskan bahwa para menteri kabinet saat ini telah diinstruksikan untuk berpencar ke berbagai titik bencana di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil guna memantau secara langsung progres pemulihan dan memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat.

Hormati Alam sebagai Upaya Mitigasi Selain memberikan dukungan moril, Presiden Prabowo menyelipkan pesan reflektif mengenai pelestarian lingkungan. Ia mengingatkan warga bahwa kekayaan alam Indonesia yang besar harus dibarengi dengan tanggung jawab untuk merawatnya guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.

“Negara kita sangat indah dan makmur, namun kita harus waspada. Alam harus kita hormati, jaga, dan rawat. Tidak boleh kita merusak alam, karena terkadang alam memberikan tantangan dan cobaan bagi kita semua,” tutup Prabowo.

Momen pergantian tahun di Tapanuli Selatan ini diakhiri dengan dialog hangat antara Presiden dan warga, memberikan harapan baru bagi masyarakat di awal tahun 2026.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *