KALBARAYA, SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang menempatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu prioritas strategis nasional yang tidak hanya fokus pada intervensi gizi anak, tetapi juga sebagai pilar penguatan ekonomi kerakyatan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Kartiyus, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan program ini sebagai motor penggerak sektor pertanian dan UMKM di wilayah tersebut.

Dalam keterangannya saat membuka pelatihan Kader Desa Koperasi Merah Putih (KDKMP) pada Senin (1/12), Kartiyus memaparkan rencana ambisius pembangunan infrastruktur pendukung program tersebut. Saat ini, Pemkab Sintang tengah mengawal pembangunan 150 unit dapur MBG pada tahap awal. Untuk memaksimalkan jangkauan layanan, pemerintah daerah telah mengusulkan tambahan 101 unit dapur ke tingkat pusat, sehingga total fasilitas dapur yang diproyeksikan beroperasi di Kabupaten Sintang akan mencapai 251 unit.

BACA JUGA : Tender Jalan Sadaniang Tersendat, Dugaan Hambatan Administrasi di Internal PUPR Mempawah Mencuat

“Pembangunan infrastruktur dapur ini adalah langkah krusial. Tahap awal sebanyak 150 unit sudah berjalan, dan kami terus memperjuangkan usulan tambahan 101 unit lagi. Dengan total 251 dapur, kita berharap pelayanan asupan gizi untuk anak-anak sekolah dapat tersebar merata hingga ke pelosok desa di Sintang,” papar Kartiyus di hadapan para peserta pelatihan.

Kedaulatan Pangan Lokal dan Pemberdayaan Petani Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam pelaksanaan program ini adalah kewajiban penggunaan sumber daya lokal. Mengacu pada instruksi Presiden Prabowo Subianto, Kartiyus menekankan bahwa seluruh rantai pasok bahan pangan untuk dapur MBG wajib memprioritaskan hasil bumi dari petani dan peternak lokal di Kabupaten Sintang.

Strategi ini diharapkan dapat memutus ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah, sekaligus memastikan perputaran uang tetap berada di tingkat lokal. Seluruh kebutuhan pokok, mulai dari beras, sayur-mayur, telur, hingga sumber protein hewani lainnya, akan diserap langsung dari produsen lokal melalui koordinasi dengan Koperasi Desa dan Koperasi Merah Putih.

“Ini adalah peluang ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat kita. Kita ingin memastikan bahwa telur yang dikonsumsi siswa adalah telur dari peternak Sintang, dan sayuran yang dimasak berasal dari kebun petani kita sendiri. Ini adalah bentuk nyata dari ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tambahnya.

Ajakan Sinergi bagi UMKM dan Desa Lebih lanjut, Kartiyus mengajak para Kepala Desa, pengelola Koperasi, dan pelaku UMKM untuk segera bersiap meningkatkan kapasitas produksi mereka. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan program ini sangat bergantung pada kualitas dan kontinuitas pasokan pangan yang diberikan.

Pihak Pemerintah Kabupaten Sintang optimistis bahwa integrasi antara program kesehatan nasional dan penguatan ekonomi lokal ini akan membawa dampak ganda (multiplier effect). Selain mencetak generasi muda yang sehat dan cerdas, program ini diyakini mampu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan standar kesejahteraan para petani di Bumi Senentang.

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *