LETNAN Jenderal Vladimir Alexeyev, Wakil Kepala Pertama Direktorat Intelijen Militer (GRU), dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi target penembakan di apartemennya di Moskow, Jumat (6/2) pagi waktu setempat.

KALBARAYA, MOSKOW – Pelarian pria yang diduga kuat sebagai eksekutor penembakan Wakil Kepala Intelijen Militer (GRU) Rusia, Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev, resmi berakhir. Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengumumkan bahwa terduga pelaku telah diringkus di Dubai, Uni Emirat Arab, dan kini telah diserahkan kembali ke otoritas Rusia, Minggu (8/2/2026).

Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama lintas negara setelah tersangka utama melarikan diri sesaat usai melancarkan aksinya di jantung ibu kota Rusia.

Perburuan Jaringan Pelaku

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari AFP, terduga pelaku merupakan seorang pria berusia 60-an. Selain penangkapan di Dubai, FSB juga berhasil menciduk satu orang lainnya di Moskow yang diduga berperan sebagai kaki tangan dalam operasi tersebut.

Pihak keamanan Rusia mengendus adanya jaringan yang lebih luas di balik serangan ini. Sejumlah anggota kelompok lainnya dilaporkan telah melarikan diri ke wilayah Ukraina sebelum sempat tertangkap. Hingga saat ini, otoritas Moskow masih merahasiakan identitas lengkap para tersangka demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kondisi Korban dan Rekam Jejak Strategis

Vladimir Alekseyev menjadi sasaran penembakan di sebuah gedung apartemen di Moskow pada Jumat lalu. Saat ini, jenderal senior tersebut masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tembak yang dideritanya.

Alekseyev bukanlah sosok sembarang di lingkaran militer Rusia. Ia memegang peran vital sebagai Wakil Kepala Pertama GRU dan dikenal luas sebagai arsitek operasi intelijen Rusia selama intervensi militer di Suriah untuk menyokong rezim Bashar al-Assad—sebelum akhirnya tumbang.

Gelombang Teror Terhadap Perwira Tinggi

Insiden yang menimpa Alekseyev menambah daftar panjang serangan terhadap elite militer Kremlin sejak konflik skala penuh di Ukraina pecah pada Februari 2022. Berbagai upaya pembunuhan serupa telah menelan korban sejumlah perwira tinggi Rusia, baik di wilayah domestik Moskow maupun di zona pendudukan Ukraina.

Meskipun dalam beberapa kasus sebelumnya pihak Kyiv secara terbuka mengakui keterlibatan mereka, dalam insiden Alekseyev ini, otoritas terkait masih terus mendalami keterkaitan langsung antarjaringan tersebut dengan dinas keamanan asing.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *