KALBARAYA, OSLO – Ketegangan menyelimuti Istana Kerajaan Norwegia setelah Putri Mahkota Mette-Marit secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Langkah ini diambil menyusul terungkapnya komunikasi jangka panjang antara sang Putri dengan Jeffrey Epstein, mendiang terpidana kasus kejahatan seksual asal Amerika Serikat.
Pernyataan yang dirilis pada Jumat (6/2/2026) tersebut merupakan respons atas tekanan masif masyarakat yang menuntut transparansi dari pihak monarki mengenai kedekatan hubungan tersebut.
Hubungan Akrab yang Terungkap Lewat Ratusan Email
Kontroversi ini mencuat setelah Departemen Kehakiman AS memublikasikan ratusan dokumen elektronik yang menunjukkan interaksi intens antara Mette-Marit dan Epstein dalam kurun waktu 2011 hingga 2014.
Data korespondensi tersebut mengungkap sisi lain dari hubungan keduanya, termasuk:
- Rencana Pertemuan: Adanya komunikasi rutin untuk mengatur janji temu tatap muka.
- Kunjungan Privat: Agenda kunjungan Mette-Marit selama empat hari ke kediaman mewah Epstein di Palm Beach, Florida.
- Kesadaran Rekam Jejak: Dalam email tahun 2011, sang Putri mengakui telah melakukan riset internet tentang Epstein dan menyadari rekam jejak kriminal pria tersebut “tidak terlihat baik”.
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada rakyat Norwegia, juga secara khusus kepada Raja Harald V dan Ratu Sonja atas dampak yang menimpa institusi ini,” bunyi pernyataan resmi Mette-Marit sebagaimana dikutip dari laporan BBC.
Keluarga Kerajaan dalam Tekanan Berlapis
Di saat yang sama, monarki Norwegia tengah menghadapi badai cobaan lain. Marius Borg Høiby (29), putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya, saat ini tengah menjalani persidangan di Oslo atas 38 dakwaan kriminal, termasuk dugaan pemerkosaan—tuduhan yang ia bantah keras.
Putra Mahkota Haakon menyatakan bahwa saat ini keluarganya sedang berupaya menjaga soliditas di tengah gempuran isu negatif. Ia juga mengonfirmasi bahwa Mette-Marit dalam kondisi yang sulit untuk berbicara langsung ke publik karena masalah kesehatan.
“Prioritas kami adalah kebersamaan keluarga. Kami mendukung Marius melewati proses hukumnya, sembari memastikan perhatian penuh bagi anggota keluarga lainnya, terutama Putri Mahkota,” ujar Haakon kepada media.
Kondisi Kesehatan dan Harapan Pemulihan
Selain tekanan psikologis akibat skandal tersebut, kondisi fisik Mette-Marit turut menjadi perhatian serius. Ia diketahui menderita penyakit fibrosis paru-paru kronis.
Informasi medis terbaru menyebutkan bahwa tim dokter sedang mempersiapkan prosedur agar nama Putri Mahkota bisa segera masuk dalam daftar tunggu transplantasi paru-paru. Hal ini semakin mempersempit ruang geraknya dalam menanggapi polemik secara langsung.
Sementara itu, Putri Ingrid Alexandra, pewaris kedua takhta Norwegia, melalui akun media sosialnya meminta publik dan media untuk bersikap adil serta tidak melayangkan tuduhan tanpa bukti konkret di tengah situasi sensitif ini.
