pulau epstein (Reuters)

KALBARAYA, KARIBIA – Little St. James, sebuah titik kecil di Kepulauan Virgin AS, kini kembali menjadi sorotan dunia. Di balik keindahan panorama Karibia, pulau yang dijuluki penduduk lokal sebagai “Pulau Paedofil” ini diduga kuat menjadi pusat operasional jaringan perdagangan seks anak di bawah umur yang dikelola oleh mendiang miliarder Jeffrey Epstein.

Rilis dokumen terbaru dari Departemen Kehakiman AS kian mempertebal bukti mengenai aktivitas gelap di pulau tersebut. Tak hanya itu, publikasi lebih dari 150 foto dan video interior bangunan di pulau pribadi ini pada November lalu memberikan gambaran mengerikan mengenai apa yang terjadi di balik pintu tertutup milik sang filantropis kontroversial tersebut.

Benteng Keterpencilan di Tengah Karibia

Epstein diketahui memiliki dua pulau yang berdampingan: Little St. James (28 hektare) dan Great St. James (67 hektare). Dalam sebuah dokumen presentasi tahun 2012, Epstein secara gamblang menyebut lokasi ini “sempurna” karena sifatnya yang sangat terisolasi.

Keterpencilan inilah yang diduga dimanfaatkan Epstein sebagai tempat persembunyian yang sulit dijangkau hukum. Akses menuju pulau ini sangat eksklusif, hanya bisa ditempuh menggunakan helikopter pribadi atau kapal motor dari landasan udara St. Thomas.

Berdasarkan memo FBI pasca-penggeledahan tahun 2019, penyidik menemukan material digital masif berkapasitas lebih dari 300 gigabyte yang diduga berisi rekaman dan data penting terkait operasional di pulau tersebut.

Saksi Mata dan Gugatan Perbudakan Seksual

Kesaksian para pekerja di bandara tetangga memperkuat dugaan adanya eksploitasi anak. Mereka mengaku kerap melihat Epstein turun dari helikopter bersama gadis-gadis muda untuk kemudian langsung naik ke jet pribadinya.

Gugatan perdata yang diajukan Pemerintah Kepulauan Virgin AS menuduh Epstein menggunakan pulau tersebut sebagai basis data untuk melacak para korban yang akan dikirim ke Little St. James. Di tempat inilah, Virginia Giuffre mengeklaim dirinya mengalami kekerasan seksual yang melibatkan tokoh-tokoh elit dunia, termasuk Pangeran Andrew—tuduhan yang hingga kini dibantah keras oleh pihak terkait.

Fasilitas Mewah dan Arsitektur Ganjil

Foto-foto terbaru memperlihatkan kemewahan yang kontras dengan noda kriminal di dalamnya. Selain mansion utama, pulau ini dilengkapi dengan:

  • Kuil Misterius: Bangunan bergaris biru yang ikonik, yang dalam dokumen perencanaan disebut sebagai paviliun musik untuk piano besar.
  • Fasilitas Eksklusif: Lapangan tenis, beberapa kolam renang, bioskop pribadi, perpustakaan, hingga pemandian bergaya Jepang.
  • Ornamen Aneh: Jam matahari besar dan patung sapi yang dapat bergerak.

Selain isu kriminal, pembangunan di pulau ini juga tercatat memiliki sejarah panjang pelanggaran regulasi lingkungan hidup dan konservasi satwa liar.

Transformasi Menjadi Resor Mewah

Setelah kematian Epstein dan melalui proses hukum yang panjang, kedua pulau tersebut akhirnya terjual seharga US$60 juta pada Mei 2023. Pembelinya adalah Stephen Deckoff, seorang pengusaha ekuitas swasta.

Deckoff, yang mengaku tidak pernah berhubungan dengan Epstein, berencana mengubah citra kelam lokasi tersebut menjadi destinasi wisata kelas dunia. Ia berencana membangun resor mewah dengan 25 kamar yang menonjolkan keindahan alam Karibia, sekaligus menghapus jejak kelam yang ditinggalkan oleh pemilik sebelumnya.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *