KALBARAYA, SURAKARTA – Mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan tambahan terkait kasus dugaan ijazah palsu. Pemeriksaan berlangsung di Mapolresta Surakarta pada Rabu (11/2/2026) petang.
Kasus ini bermula dari laporan yang dilayangkan pihak Jokowi terhadap Roy Suryo dkk atas tudingan penggunaan dokumen palsu. Kehadiran Jokowi di kantor polisi tersebut menegaskan statusnya sebagai warga negara yang taat hukum dalam menuntaskan perkara yang tengah berjalan.
Fokus Pemeriksaan: Detail Masa Perkuliahan di UGM
Kuasa hukum Jokowi, Yakub Hasibuan, menjelaskan bahwa kliennya dicecar sekitar 10 pertanyaan utama oleh tim penyidik. Pemeriksaan yang berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam tersebut berfokus pada pendalaman fakta mengenai riwayat pendidikan Jokowi di Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Pemeriksaan tadi berlangsung cukup mendetail dengan banyak sub-pertanyaan. Fokus utamanya adalah mengenai proses perkuliahan hingga alur pembuatan skripsi saat beliau menempuh pendidikan di UGM,” terang Yakub kepada awak media di Polresta Surakarta.
Yakub menambahkan bahwa pemeriksaan dilakukan di Solo karena tim penyidik Polda Metro Jaya memang sedang melakukan agenda kerja di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk melengkapi berkas perkara.
Langkah Penyidikan di Yogyakarta dan Solo
Penyidik kepolisian dijadwalkan akan melanjutkan pengumpulan keterangan di Yogyakarta pekan ini. Diduga kuat, pihak kepolisian akan menyambangi kampus UGM guna memverifikasi data dan meminta keterangan saksi-saksi tambahan yang berkaitan dengan masa studi pelapor.
“Infonya minggu ini tim penyidik fokus di Surakarta dan Yogyakarta. Kemungkinan besar ada pemeriksaan saksi-saksi lain serta pengumpulan alat bukti tambahan dari pihak kampus untuk melengkapi berkas yang akan dilimpahkan ke Kejaksaan,” tambah Yakub.
Tanggapan Singkat Jokowi
Usai menjalani pemeriksaan di lantai dua Mapolresta Surakarta, Jokowi yang didampingi ajudannya, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, memberikan pernyataan singkat sebelum meninggalkan lokasi.
“Hari ini ada pemeriksaan tambahan. Untuk detail dan penjelasan teknisnya, silakan melalui penasihat hukum saya,” ujar Jokowi singkat kepada wartawan.
Sejauh ini, pihak kuasa hukum menyatakan tidak ada bukti baru yang diserahkan dalam pertemuan tersebut. Namun, mereka menyerahkan sepenuhnya kewenangan pengumpulan alat bukti kepada penyidik agar kasus ini bisa segera masuk ke tahap persidangan.
SURAKARTA – Mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan tambahan terkait kasus dugaan ijazah palsu. Pemeriksaan berlangsung di Mapolresta Surakarta pada Rabu (11/2/2026) petang.
Kasus ini bermula dari laporan yang dilayangkan pihak Jokowi terhadap Roy Suryo dkk atas tudingan penggunaan dokumen palsu. Kehadiran Jokowi di kantor polisi tersebut menegaskan statusnya sebagai warga negara yang taat hukum dalam menuntaskan perkara yang tengah berjalan.
Fokus Pemeriksaan: Detail Masa Perkuliahan di UGM
Kuasa hukum Jokowi, Yakub Hasibuan, menjelaskan bahwa kliennya dicecar sekitar 10 pertanyaan utama oleh tim penyidik. Pemeriksaan yang berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam tersebut berfokus pada pendalaman fakta mengenai riwayat pendidikan Jokowi di Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Pemeriksaan tadi berlangsung cukup mendetail dengan banyak sub-pertanyaan. Fokus utamanya adalah mengenai proses perkuliahan hingga alur pembuatan skripsi saat beliau menempuh pendidikan di UGM,” terang Yakub kepada awak media di Polresta Surakarta.
Yakub menambahkan bahwa pemeriksaan dilakukan di Solo karena tim penyidik Polda Metro Jaya memang sedang melakukan agenda kerja di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk melengkapi berkas perkara.
Langkah Penyidikan di Yogyakarta dan Solo
Penyidik kepolisian dijadwalkan akan melanjutkan pengumpulan keterangan di Yogyakarta pekan ini. Diduga kuat, pihak kepolisian akan menyambangi kampus UGM guna memverifikasi data dan meminta keterangan saksi-saksi tambahan yang berkaitan dengan masa studi pelapor.
“Infonya minggu ini tim penyidik fokus di Surakarta dan Yogyakarta. Kemungkinan besar ada pemeriksaan saksi-saksi lain serta pengumpulan alat bukti tambahan dari pihak kampus untuk melengkapi berkas yang akan dilimpahkan ke Kejaksaan,” tambah Yakub.
Tanggapan Singkat Jokowi
Usai menjalani pemeriksaan di lantai dua Mapolresta Surakarta, Jokowi yang didampingi ajudannya, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, memberikan pernyataan singkat sebelum meninggalkan lokasi.
“Hari ini ada pemeriksaan tambahan. Untuk detail dan penjelasan teknisnya, silakan melalui penasihat hukum saya,” ujar Jokowi singkat kepada wartawan.
Sejauh ini, pihak kuasa hukum menyatakan tidak ada bukti baru yang diserahkan dalam pertemuan tersebut. Namun, mereka menyerahkan sepenuhnya kewenangan pengumpulan alat bukti kepada penyidik agar kasus ini bisa segera masuk ke tahap persidangan.
