KALBARAYA, JAKARTA – Selebritas internet Elsa Japasal, atau yang akrab disapa Eca Aura, akhirnya buka suara terkait kegaduhan di media sosial mengenai keberadaan sebuah tabung berwarna merah muda (pink) di kamarnya. Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Minggu (8/2/2026), Eca memberikan penjelasan guna meluruskan asumsi publik yang kian melebar.
Eca mengaku sengaja mengambil waktu sejenak sebelum merespons karena merasa terkejut dengan arah pembicaraan netizen yang di luar kendalinya.
Dalam klarifikasinya, Eca menekankan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan benda yang menjadi sorotan tersebut. Ia menegaskan bahwa video yang memicu spekulasi itu sebenarnya diambil jauh sebelum viral dan telah disalahartikan oleh sebagian pihak.
“Secara jujur dan jelas saya sampaikan, saya tidak pernah memiliki, menggunakan, apalagi beraktivitas dengan tabung pink tersebut,” tegas Eca dalam videonya.
Ia menjelaskan bahwa konten tersebut direkam sekitar dua bulan lalu saat dirinya sedang mendokumentasikan proses pindahan rumah. Namun, potongan video yang beredar tanpa konteks yang utuh memicu kekhawatiran dan asumsi negatif dari para pengikutnya.
Dara berusia 24 tahun ini menyadari bahwa setiap detail kecil dalam konten media sosial dapat memiliki interpretasi berbeda bagi penonton. Insiden ini pun ia jadikan sebagai momentum evaluasi diri agar lebih selektif dalam membagikan momen pribadi ke ruang publik.
“Kejadian ini merupakan pelajaran berharga bagi saya. Ke depannya, saya akan lebih berhati-hati dan bertanggung jawab atas setiap konten yang saya bagikan,” ungkap pemain film Where The Rainbow Ends tersebut.
Di akhir penjelasannya, Eca menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar yang tetap memberikan dukungan serta mereka yang telah mengingatkannya secara baik-baik tanpa langsung menghakimi.
Fokus Eca ke depannya adalah melanjutkan karier di industri hiburan dan terus mengembangkan diri melalui karya-karya terbaru. Ia berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri simpang siur informasi yang beredar di masyarakat.
